Kobarkan Semangat Kemenag Baru, Menag Yaqut Ingatkan Tiga Hal Ini
Selasa, 05 Januari 2021 - 10:37 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan tiga hal yang mesti menjadi perhatian untuk mewujudkan kemenag baru. Foto/ist
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memiliki tekad kuat untuk melakukan transformasi di Kementerian Agama (Kemenag) agar menjadi lebih baik. Yaqut menginginkan Kemenag ke depan menjadi ‘Kemenag Baru’ yang antara lain dicirikan dengan sistem dan layanan berbasis teknologi digital yang lebih praktis sekaligus solutif.
“Saya ingin mengingatkan tentang semangat Kementerian Agama baru dan semangat baru dalam mengelola Kementerian Agama,” ungkap Yaqut saat memimpin upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kemenag di Kantor Kemenag, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2021).
(Baca: Gus Yaqut Singgung Pemanfaatan Tanah Wakaf RI Belum Produktif)
Menurut Yaqut, semangat Kemenag baru tersebut dapat diterjemahkan dengan tiga hal kunci. Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik. “Termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan,” katanya.
Sebagai bukti keseriusan dalam perbaikan tata kelola, Yaqut berkomitmen memberikan apresiasi terhadap setiap praktik baik dalam layanan birokrasi.
Kedua, penguatan moderasi beragama. Menurut Yaqut, penekanan moderasi beragama antara lain adalah pada aspek penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.
“Saya ingin mengingatkan tentang semangat Kementerian Agama baru dan semangat baru dalam mengelola Kementerian Agama,” ungkap Yaqut saat memimpin upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kemenag di Kantor Kemenag, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2021).
(Baca: Gus Yaqut Singgung Pemanfaatan Tanah Wakaf RI Belum Produktif)
Menurut Yaqut, semangat Kemenag baru tersebut dapat diterjemahkan dengan tiga hal kunci. Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik. “Termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan,” katanya.
Sebagai bukti keseriusan dalam perbaikan tata kelola, Yaqut berkomitmen memberikan apresiasi terhadap setiap praktik baik dalam layanan birokrasi.
Kedua, penguatan moderasi beragama. Menurut Yaqut, penekanan moderasi beragama antara lain adalah pada aspek penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.
Lihat Juga :