Yurianto Sebut 173.690 Spesimen Diperiksa untuk Temukan Kasus Corona
Kamis, 14 Mei 2020 - 17:50 WIB
Dari pemeriksaan menggunakan dua metode tersebut diperolah kasus positif sebanyak 16.006 orang. “Kalau kemudian dari hasil yang kita dapatkan pada hari ini maka yang positif konfirmasi COVID-19 baik yang menggunakan Real Time PCR maupun tes cepat molekuler kita dapatkan 568 orang. Sehingga totalnya menjadi 16.006 orang,” jelas Yuri.
Yuri menilai, penambahan kasus yang terjadi ini karena adanya peningkatan kapasitas pemeriksaan spesimen di daerah-daerah yang memiliki akses cukup jauh. “Kalau kita perhatikan betul sebaran kenaikan angka ini atau yang kemarin, kita akan melihat bahwa daerah-daerah yang memang memiliki gap pemeriksaan cukup jauh, cukup panjang akan meningkat dengan cepat,” katanya.
Yuri mencontohnya pada data kemarin, untuk Provinsi Sulawesi Tenggara mendapatkan kenaikan 91 orang. “Ini karena spesimen yang semula rencananya dikirim ke Makassar bisa diperiksa di tempat itu,” jelasnya.
Akumulasi ini, jelas Yuri juga ada keterbatasan akses pengiriman cartridge sehingga tidak bisa melaksanakan pemeriksaan mandiri. “Akumulai ini karena memang pada waktu itu adalah keterbatasan penerbangan. Sekarang mampu diperiksa sendiri. Sehingga pada hari ini tidak ada penambahan karena seluruhnya sudah diperiksan kemarin,” ucapnya.
Yuri menilai, penambahan kasus yang terjadi ini karena adanya peningkatan kapasitas pemeriksaan spesimen di daerah-daerah yang memiliki akses cukup jauh. “Kalau kita perhatikan betul sebaran kenaikan angka ini atau yang kemarin, kita akan melihat bahwa daerah-daerah yang memang memiliki gap pemeriksaan cukup jauh, cukup panjang akan meningkat dengan cepat,” katanya.
Yuri mencontohnya pada data kemarin, untuk Provinsi Sulawesi Tenggara mendapatkan kenaikan 91 orang. “Ini karena spesimen yang semula rencananya dikirim ke Makassar bisa diperiksa di tempat itu,” jelasnya.
Akumulasi ini, jelas Yuri juga ada keterbatasan akses pengiriman cartridge sehingga tidak bisa melaksanakan pemeriksaan mandiri. “Akumulai ini karena memang pada waktu itu adalah keterbatasan penerbangan. Sekarang mampu diperiksa sendiri. Sehingga pada hari ini tidak ada penambahan karena seluruhnya sudah diperiksan kemarin,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :