Mengukur Peluang AHY di 2024 Jika Diduetkan dengan Beberapa Figur Ini
Minggu, 03 Januari 2021 - 08:54 WIB
(Baca juga : Pernyataan Sikap KAMI Se-Jawa: Maklumat Kapolri Bentuk Penyalahgunaan Wewenang )
Sebagai Ketum Partai Demokrat, AHY merupakan garis ideologis SBY yang mampu mengonsolidasi kader Demokrat sehingga menjadikannya sebagai ketua umum. "Kepopulerannya tak lepas dari dua hal itu. Dari situ kemudian elektabitasnya terjaring lembaga survei nasional," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Minggu (3/1/2021).
Namun demikian, Fadhli melihat peluang AHY bertarung di Pilpres 2024 cukup kecil. Alasannya, AHY belum cukup berpengalaman memimpin birokrasi sipil sebagai pengambil kebijakan publik. "Kalau bicara kelayakan, AHY belum teruji. Dia belum pernah menjadi pengambil kebijakan di lembaga publik manapun, bahkan AHY sendiri baru terlibat politik praktis sejak dia memutuskan mundur dari institusi militer," katanya.
(Baca juga : Erick Thohir dan Tesla Bakal Ketemuan di Februari 2021, Bakal Jadi Apa? )
Kedua, soal dukungan parpol atau gabungan parpol. Menurut analis politik asal UIN Jakarta itu, praktis baru hanya partai Demokrat yang mendukungnya sebagai kandidat capres/cawapres mendatang.
"Artinya Demokrat harus bisa merangkul parpol untuk dapat menembus presidential threshold. Di sini butuh figur SBY turun gunung," katanya. (Baca juga: AHY Disarankan Ambil Jalan Oposisi agar Bisa Kejar Ganjar dan Prabowo )
Sebagai Ketum Partai Demokrat, AHY merupakan garis ideologis SBY yang mampu mengonsolidasi kader Demokrat sehingga menjadikannya sebagai ketua umum. "Kepopulerannya tak lepas dari dua hal itu. Dari situ kemudian elektabitasnya terjaring lembaga survei nasional," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Minggu (3/1/2021).
Namun demikian, Fadhli melihat peluang AHY bertarung di Pilpres 2024 cukup kecil. Alasannya, AHY belum cukup berpengalaman memimpin birokrasi sipil sebagai pengambil kebijakan publik. "Kalau bicara kelayakan, AHY belum teruji. Dia belum pernah menjadi pengambil kebijakan di lembaga publik manapun, bahkan AHY sendiri baru terlibat politik praktis sejak dia memutuskan mundur dari institusi militer," katanya.
(Baca juga : Erick Thohir dan Tesla Bakal Ketemuan di Februari 2021, Bakal Jadi Apa? )
Kedua, soal dukungan parpol atau gabungan parpol. Menurut analis politik asal UIN Jakarta itu, praktis baru hanya partai Demokrat yang mendukungnya sebagai kandidat capres/cawapres mendatang.
"Artinya Demokrat harus bisa merangkul parpol untuk dapat menembus presidential threshold. Di sini butuh figur SBY turun gunung," katanya. (Baca juga: AHY Disarankan Ambil Jalan Oposisi agar Bisa Kejar Ganjar dan Prabowo )
Lihat Juga :