Perjuangan Tanpa Lelah Relawan Covid-19 Bantu Masyarakat Hadapi Pandemi

Kamis, 31 Desember 2020 - 21:23 WIB
Aplikasi yang saat ini bisa diunduh di Google Playstore dan IOS itu sudah diunduh di 50 negara di dunia. Arya, yang pernah berpartisipasi di kontes robotik di Beijing, China itu mengatakan, pengembangan aplikasi EndCorona dilakukan sebelum virus Covid-19 masuk ke Indonesia. ‘’Kami kembangkan sejak Februari 2020, karena virus sudah menyebar ke banyak negara dan kami perkirakan masuk juga ke Indonesia,’’tegasnya kepada SINDOnews. Prediksi Arya tepat, pada awal Maret 2020 pemerintah mengumumkan kasus pertama Covid-19. Arya dan kawan-kawannya pun mempercepat peluncuran aplikasi itu.

Dia mengatakan, aplikasi yang dikembangkan bisa membantu masyarakat melakukan asesmen dan mengelompokkan sesuai kerentanannya terpapar Covid-19. Dalam aplikasi itu, akan diketahui apakah seseorang masuk ke dalam kategori risiko rendah, hati-hati, rentan, atau sangat rentan. Menurut Arya, fitur yang ada di dalam EndCorona terdiri dari asesmen kerentanan Covid-19, hotline lengkap rumah sakit di Indonesia dan Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah se-Indonesia.

Juga helpline FKUI, konten edukasi dan berita terpercaya, statistik harian, dan data tracking untuk penelitian. “Platform ini menggunakan teknologi Cloud sehingga akan cepat dengan downtime hampir tidak ada. Kami berharap melalui aplikasi ini, masyarakat dapat menyadari akan risiko mereka terpapar Covid-19 dan bertindak sesuai dengan kerentanan masing-masing,”ujar pemuda yang juga meraih anugerah SATU Indonesia Award itu.

Sebagai inisiator, Arya yang juga mendalami teknologi robotik ini mengatakan, dirinya berharap EndCorona bisa membantu orang berpikir lebih jernih, tidak takut berlebihan dan mendapatkan informasi yang aktual dan faktual. Pengembangan aplikasi EcndCorona itu kini juga melibatkan banyak dokter spesialis. Bahkan, EndCorona bisa diakses masyarakat selama 24 jam. Didalamnya terdapat juga informasi mengenai fasilitas kesehatan hingga ke daerah yang bisa dijadikan rujukan masyarakat apabila merasa memiliki gejala terpapar Covid-19.

“Kami juga bekerjasama dengan pihak lain agar tercipta ekosistem untuk mengatasi masalah pandemi ini secara bersama-sama,”tuturnya. Bersama teman-temannya Arya pun tanpa henti menyempurnakan aplikasi yang dikembangkan. Termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat di kawasan tempat tinggalnya di Cilegon, Banten. “Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin memiliki kepedulian. Edukasi dan sosialisasi kami lakukan termasuk dengan melakukan bhakti sosial di beberapa wilayah,”ungkap Arya.

Proses edukasi melalui e-book yang melibatkan belasan dokter spesialis dan berkolaborasi dengan lembaga sosial lainnya terus dilakukan. Juga melakukan kolaborasi dengan pemerintah. Bersama sejumlah kawannya yang berkuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Arya gencar mengedukasi masyarakat Cilehon untuk menerapkan pola hidup sehat, mematuhi protokol kesehatan dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menjadi penyebaran virus Covid-19.

Arya pun menaruh harapan besar kepada masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan. Jika terpaksa harus keluar rumah, Arya meminta kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker, dan menjaga jarak satu dengan lainnya. Apalagi, pandemi Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. ”Kita masih akan berdampingan dengan Covid-19. Kami juga berharap masyarakat memanfaatkan aplikasi yang kami kembangkan ini. Semoga apa yang kami ciptakan ini bisa digunakan secara maksimal oleh masyarakat ataupun pihak lain,’’paparnya.

Aplikasi EndCorona diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Pada situasi dan kondisi saat ini masyarakat membutuhkan informasi mengenai penyakit Covid-19. Mudah-mudahan aplikasi ini bisa menjadi salah satu solusi dan upaya bagi masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”ujar Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB.

Dekan Fasilkom UI, Dra. Mirna Adriani, Ph.D, menambahkan, EndCorona dapat menjadi contoh kerja sama multidisiplin antar fakultas serta menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi tulang punggung masyarakat untuk membantu meredam kegelisahan masyarakat. “Diharapkan melalui aplikasi ini, UI turut berkontribusi membantu negara di dalam menyelesaikan permasalahan terkait wabah Covid-19,”tegasnya.

Banyak pihak yang memberikan apresiasi dan dukungan atas ketulusan anak-anak muda tersebut dalam berjuang mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya melalui Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards yang pada tahun ini berusia 11 tahun.

"Sebagian dari kita mungkin selama ini menganggap berbagi hanya bisa dilakukan saat kita punya uang. Tapi ternyata banyak yang dilakukan anak-anak muda dalam memerangi COVID-19 bemanfaat bagi masyarakat sekitanya. Kami yakin di luar sana banyak anak muda berjuang tanpa pamrih seperti mereka. Pada akhirnya kita tahu berbagi tak diukur dari nominal melainkan soal ketulusan hati,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah.
(ton)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!