Refleksi Akhir Tahun, PAN Kritisi Manajemen Krisis dan Data Covid-19

Rabu, 30 Desember 2020 - 20:31 WIB
Dalam konteks penanganan Covid-19, kata Wakil Ketua Komisi VII DPR ini, PAN mendesak agar tidak ada pihak -pihak yang memanfaatkan pandemi ini untuk kepentingan kelompoknya dan juga tidak menjadikannya sebagai alat politik untuk meraih simpati masyarakat. Harus dibangun kesadaran bahwa Pandemi ini adalah musuh kemanusiaan dan sangat tidak layak untuk dijadikan konsumsi politik.

"Kita harus bersatu padu dalam melawan Covid-19 tanpa memandang suku, agama, ras dan afiliasi politik," ujarnya. (Baca:FPI Dilarang Gelar Konferensi Pers terkait Pembubarannya)

Karena itu, Eddy menegaskan prioritas di 2021 adalah menghentikan penularan dari hulu dengan menaikkan secara signifikan jumlah testing, tracing dan treatment untuk memutus rantai penularan sekaligus memperkuat basis data penanganan pandemi.

"Dengan mengambil pelajaran dari kejadian sepanjang tahun 2020, kami mendorong pemerintah untuk lebih tegas dalam menegakkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) serta membatasi secara tegas mobilitas masyarakat yang menyebabkan kerumunan dan keramaian," ujar Eddy.

Selain itu, dia menambahkan, PAN mendorong agar pemerintah untuk memperbaiki manajemen dan komunikasi krisis dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pemerintah diharapkan memaparkan realita dan data secara apa adanya agar kesadaran dan kewaspadaan masyarakat semakin meningkat untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Pemerintah juga diharapkan terus membangun komunikasi, koordinasi dan sinergi dalam lingkungan pemerintah pusat dan daerah dan sedapat mungkin melibatkan pihak-pihak terkait. Dalam kesempatan ini, PAN mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mematuhi protokol Kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah dan sesuai standar yang ditetapkan WHO," paparnya.

Vaksin Harus Halal dan Terbuka Pengadaannya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!