Siang Ini, Komnas HAM Umumkan Hasil Investigasi Kasus Penembakan 6 Laskar FPI
Senin, 28 Desember 2020 - 09:21 WIB
Fadil menambahkan pihak Polda Metro Jaya akan kooperatif dan sangat terbuka atas proses investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM. Dia memastikan pihaknya mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Komnas HAM. "Polda Metro Jaya dan Polri akan sangat-sangat kooperatif dan terbuka dalam proses investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM. Dan itu akan kami suport Komnas HAM," tuturnya.
2. Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Subakti Syukur
Dirut PT Jasa Marga, Subakti Syukur hadir di Komnas HAM pada Senin, 14 Desember 2020 pukul 10.00 WIB. Kehadirannya hanya berbeda jam dengan Kapolda Metro Jaya. Subakti dipanggil terkait CCTV yang mati di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50 yang diketahui menjadi lokasi baku tembak antara polisi dan Laskar FPI.
Saat tiba di lokasi, tak satu pun kata yang keluar dari mulut Subakti ketika diberondong pertanyaan oleh awak media. Barulah saat pemberian keterangan rampung dia mau membeberkan yang sebenarnya. Dia menyebut sebanyak 23 CCTV yang tak berfungsi pada hari itu. Menurutnya, ke-23 CCTV ini bagian dari total 277 CCTV yang dimiliki Jasa Marga di sepanjang ruas Tol Jakarta-Cikampek. "Kemarin memang kebetulan terganggu CCTV-nya. Pengiriman data terganggu. Hanya 23 CCTV dari Km 49 sampai Km 72," kata Subakti.
Dia menjelaskan, 23 CCTV tersebut tidak berfungsi maksimal mulai dari Minggu (6/12/2020) pukul 17.00 WIB hingga Senin (7/12/2020) pukul 04.00 WIB. Menurut dia, saat CCTV terganggu, Jasa Marga sebetulnya hendak melakukan perbaikan. "Karena waktu mau perbaikan hujan, karena itu kan harus dideteksi pakai suatu alat sehingga perlu waktu. Kemudian beberapa jam kemudian, sekitar 24 jam sudah berfungsi lagi," tuturnya.
3. Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi memberikan keterangan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait dengan beberapa barang bukti yang ditemukan saat peristiwa baku tembak antara laskar FPI dan kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 beberapa waktu lalu.
Saat memberikan keterangan, Rian mengaku membawa barang bukti enam pucuk senjata api. Rinciannya, empat senjata milik petugas, kategorinya pabrikan serta dua senjata non pabrikan berbentuk revolver. Selain itu, senjata tajam yang ditunjukkan ke Komnas HAM mulai dari samurai hingga celurit. Termasuk, ada tujuh handphone yang dibawa.
2. Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Subakti Syukur
Dirut PT Jasa Marga, Subakti Syukur hadir di Komnas HAM pada Senin, 14 Desember 2020 pukul 10.00 WIB. Kehadirannya hanya berbeda jam dengan Kapolda Metro Jaya. Subakti dipanggil terkait CCTV yang mati di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50 yang diketahui menjadi lokasi baku tembak antara polisi dan Laskar FPI.
Saat tiba di lokasi, tak satu pun kata yang keluar dari mulut Subakti ketika diberondong pertanyaan oleh awak media. Barulah saat pemberian keterangan rampung dia mau membeberkan yang sebenarnya. Dia menyebut sebanyak 23 CCTV yang tak berfungsi pada hari itu. Menurutnya, ke-23 CCTV ini bagian dari total 277 CCTV yang dimiliki Jasa Marga di sepanjang ruas Tol Jakarta-Cikampek. "Kemarin memang kebetulan terganggu CCTV-nya. Pengiriman data terganggu. Hanya 23 CCTV dari Km 49 sampai Km 72," kata Subakti.
Dia menjelaskan, 23 CCTV tersebut tidak berfungsi maksimal mulai dari Minggu (6/12/2020) pukul 17.00 WIB hingga Senin (7/12/2020) pukul 04.00 WIB. Menurut dia, saat CCTV terganggu, Jasa Marga sebetulnya hendak melakukan perbaikan. "Karena waktu mau perbaikan hujan, karena itu kan harus dideteksi pakai suatu alat sehingga perlu waktu. Kemudian beberapa jam kemudian, sekitar 24 jam sudah berfungsi lagi," tuturnya.
3. Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi memberikan keterangan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait dengan beberapa barang bukti yang ditemukan saat peristiwa baku tembak antara laskar FPI dan kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 beberapa waktu lalu.
Saat memberikan keterangan, Rian mengaku membawa barang bukti enam pucuk senjata api. Rinciannya, empat senjata milik petugas, kategorinya pabrikan serta dua senjata non pabrikan berbentuk revolver. Selain itu, senjata tajam yang ditunjukkan ke Komnas HAM mulai dari samurai hingga celurit. Termasuk, ada tujuh handphone yang dibawa.
Lihat Juga :