Setahun Dipimpin Firli Bahuri, ICW Sebut Kinerja Penindakan KPK Merosot
Rabu, 23 Desember 2020 - 17:08 WIB
ICW menilai, satu tahun kinerja pimpinan KPK di bawah komando Firli Bahuri dkk tidak ada kenaikan yang signifikan dalam penindakan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, satu tahun kinerja pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah komando Firli Bahuri dkk tidak ada kenaikan yang signifikan dalam penindakan.
"Berdasarkan data yang diperoleh ICW, praktis seluruh sektor kinerja penindakan mengalami penurunan drastis. Mulai dari jumlah penyidikan, penuntutan, sampai pada eksekusi putusan," ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/12/2020). (Baca juga: Dalami Suap Benih Lobster, KPK Panggil Ajudan Edhy Prabowo)
Dari data yang dihimpun ICW, pada tahun kinerja penindakan dari berbagai sektor mengalami penurunan. Misalnya dari sektor penyidikan dimana pada 2019 sebanyak 145 namun pada 2020 hanya 91. Lalu pada sektor penuntutan, pada 2019 sebanyak 153 dan pada 2020 hanya 75. Terakhir pada eksekusi, pada 2019 sebanyak 136 dan 2020 sebanyak 108. Namun, kata Kurnia, sebagaimana telah disebutkan di atas, selama kurun waktu satu tahun kepemimpinan Firli Bahuri, KPK menuai banyak problematika pada aspek penindakan yakni, menurunnya jumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT). (Baca juga: Amien Rais: Pak Firli, Anda Mulai Punya Nama Bagus, Teruskan Itu)
Padahal tindakan tangkap tangan selama ini menjadi ciri khas penindakan yang dilakukan oleh KPK. Terbukti, sejak 2005 hingga 2019 KPK telah berhasil menggelar OTT sebanyak 128 kali. Tak pelak, dalam OTT tersebut KPK berhasil menjerat tiga cabang kekuasaan sekaligus, mulai dari eksekutif (Menteri, Gubernur, Wali Kota, dan Bupati), legislatif (DPR, DPD, dan DPRD), hingga yudikatif (Hakim dan Hakim Konstitusi). "Akan tetapi, kegiatan OTT tersebut menurun drastis pada sepanjang tahun ini. Dapat dibayangkan, satu tahun terakhir KPK hanya berhasil menggelar tujuh kali tangkap tangan. Jika dibandingkan, penurunan kali ini berbanding jauh dengan tahun sebelumnya, yakni 2019 (21 kali), 2018 (30 kali), dan 2017 (19 kali)," jelasnya. (Baca juga: Selamatkan Uang Negara, Dittipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Diganjar Penghargaan KPK)
"Berdasarkan data yang diperoleh ICW, praktis seluruh sektor kinerja penindakan mengalami penurunan drastis. Mulai dari jumlah penyidikan, penuntutan, sampai pada eksekusi putusan," ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/12/2020). (Baca juga: Dalami Suap Benih Lobster, KPK Panggil Ajudan Edhy Prabowo)
Dari data yang dihimpun ICW, pada tahun kinerja penindakan dari berbagai sektor mengalami penurunan. Misalnya dari sektor penyidikan dimana pada 2019 sebanyak 145 namun pada 2020 hanya 91. Lalu pada sektor penuntutan, pada 2019 sebanyak 153 dan pada 2020 hanya 75. Terakhir pada eksekusi, pada 2019 sebanyak 136 dan 2020 sebanyak 108. Namun, kata Kurnia, sebagaimana telah disebutkan di atas, selama kurun waktu satu tahun kepemimpinan Firli Bahuri, KPK menuai banyak problematika pada aspek penindakan yakni, menurunnya jumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT). (Baca juga: Amien Rais: Pak Firli, Anda Mulai Punya Nama Bagus, Teruskan Itu)
Padahal tindakan tangkap tangan selama ini menjadi ciri khas penindakan yang dilakukan oleh KPK. Terbukti, sejak 2005 hingga 2019 KPK telah berhasil menggelar OTT sebanyak 128 kali. Tak pelak, dalam OTT tersebut KPK berhasil menjerat tiga cabang kekuasaan sekaligus, mulai dari eksekutif (Menteri, Gubernur, Wali Kota, dan Bupati), legislatif (DPR, DPD, dan DPRD), hingga yudikatif (Hakim dan Hakim Konstitusi). "Akan tetapi, kegiatan OTT tersebut menurun drastis pada sepanjang tahun ini. Dapat dibayangkan, satu tahun terakhir KPK hanya berhasil menggelar tujuh kali tangkap tangan. Jika dibandingkan, penurunan kali ini berbanding jauh dengan tahun sebelumnya, yakni 2019 (21 kali), 2018 (30 kali), dan 2017 (19 kali)," jelasnya. (Baca juga: Selamatkan Uang Negara, Dittipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Diganjar Penghargaan KPK)
Lihat Juga :