Penyaluran Bansos Masih Terkendala Data Bermasalah

Kamis, 14 Mei 2020 - 07:45 WIB
Dia mengatakan, jika ada warga yang terdampak belum mendapatkan bantuan bisa mengusulkan ke RT/RW setempat. “Melapor kembali ke RT, pada RW sehingga bisa disusulkan karena masih ada cadangan bagi yang belum mendapatkan,” katanya.

Jokowi mengatakan bahwa saat ini begitu banyak program bansos yang diberikan pemerintah. Dari Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, bansos tunai, bantuan pangan nontunai, dan bantuan langsung tunai (BLT) desa. “Jadi kita harap bisa menjangkau 55% dari total penduduk kita. Baik itu yang kurang mampu maupun yang terkena dampak Covid-19,” ungkapnya.

Dia juga berharap bahwa program bansos ini bisa memperkuat daya beli masyarakat. Sehingga konsumsi domestik dapat menjadi normal kenbali. “Itu yang kita harap,” tuturnya.

Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara mengakui bahwa penyaluran bansos pada tahap pertama masih banyak kekurangan. Salah satunya berkaitan dengan data penerima yang tumpang tindih.

“Kami sadar tahap pertama masih ada kekurangan. Ada data yang tumpang tindih. Tahap kedua dengan koordinasi lebih baik bisa teratasi lebih baik,” katanya seusai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di Kota Bogor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!