Jaga Persatuan dengan Perkuat Toleransi dan Saling Menghormati
Minggu, 20 Desember 2020 - 13:58 WIB
Namun, menurut pria yang pernah menjadi Rais Syuriah nahdlatul Ulama (NU) di Jepang pada tahun 2004-2006 ini mengatakan tidak boleh juga jika eksklusivitas ini dibiarkan.(Baca juga : Dakwah yang Santun dan Menyentuh Bisa Bikin Tenang Masyarakat )
Jika nantinya semakin membesar dan liar, kata dia, bisa menimbulkan instabilitas. Masyarakat bangsa ini tidak ingin Indonesia menjadi seperti negara-negara di Timur Tengah seperti Irak, Libya, Yaman ataupun Suriah.
”Itu mereka semuanya hancur karena sikap keagamaan yang eksklusif dan dibiarkan hingga tidak bisa dikendalikan oleh kelompok moderatnya sendiri. Oleh karena itu, harus ada kekuatan-kekuatan moderat yang mampu meredam sikap-sikap eksklusif yang selama ini berkembang di Indonesia,” tuturnya.
Dia menjelaskan, sebetulnya di dalam Alquran ada ayat seperti ”wa`tasimu bihablillahi jami`an wala tafarraqu” yang artinya ”mari kita berpegang pada tali Allah, jangan kita berpecah belah”.
”Maka kalau kita sudah bersatu di dalam NKRI, ini sebetulnya kita sudah diikat oleh tali Allah dan dihubungkan sebenarnya. Maka jangan sampai persatuan ini dicederai, apalagi oleh ambisi-ambisi politik,” ucapnya.(Baca juga: Dakwah Kultural Dinilai Menjaga Harmoni dalam Beragama )
Peraih gelar Master dari Universitas Ulum Islamiyah Wal Arabiyah Damaskus, Syria ini juga menyebut jika dikaitkan dalam ayat Alquran yang lain. Dalam surat Al Baqarah, Nabi Ibrahim berdoa ”a-idz qaala ibrahimu rabbi ijal hdzaa albalada amina” yang artinya nabi Ibrahim memohon ”Ya Allah jadikan negara ini balada amina, negara yang aman”.
Jika nantinya semakin membesar dan liar, kata dia, bisa menimbulkan instabilitas. Masyarakat bangsa ini tidak ingin Indonesia menjadi seperti negara-negara di Timur Tengah seperti Irak, Libya, Yaman ataupun Suriah.
”Itu mereka semuanya hancur karena sikap keagamaan yang eksklusif dan dibiarkan hingga tidak bisa dikendalikan oleh kelompok moderatnya sendiri. Oleh karena itu, harus ada kekuatan-kekuatan moderat yang mampu meredam sikap-sikap eksklusif yang selama ini berkembang di Indonesia,” tuturnya.
Dia menjelaskan, sebetulnya di dalam Alquran ada ayat seperti ”wa`tasimu bihablillahi jami`an wala tafarraqu” yang artinya ”mari kita berpegang pada tali Allah, jangan kita berpecah belah”.
”Maka kalau kita sudah bersatu di dalam NKRI, ini sebetulnya kita sudah diikat oleh tali Allah dan dihubungkan sebenarnya. Maka jangan sampai persatuan ini dicederai, apalagi oleh ambisi-ambisi politik,” ucapnya.(Baca juga: Dakwah Kultural Dinilai Menjaga Harmoni dalam Beragama )
Peraih gelar Master dari Universitas Ulum Islamiyah Wal Arabiyah Damaskus, Syria ini juga menyebut jika dikaitkan dalam ayat Alquran yang lain. Dalam surat Al Baqarah, Nabi Ibrahim berdoa ”a-idz qaala ibrahimu rabbi ijal hdzaa albalada amina” yang artinya nabi Ibrahim memohon ”Ya Allah jadikan negara ini balada amina, negara yang aman”.
Lihat Juga :