Iuran BPJS Kesehatan Naik, PKS: Hidup Masyarakat Semakin Sengsara dan Ambyar
Rabu, 13 Mei 2020 - 18:23 WIB
Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani menilai keputusan pemerintah yang kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan akan membuat hidup masyarakat semakin sengsara dan ambyar. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani menilai keputusan pemerintah yang kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan akan membuat hidup masyarakat semakin sengsara dan ambyar. Netty mengkritik langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
"Kebijakan kenaikan ini semakin mempersulit kehidupan masyarakat dan membuat hidup masyarakat semakin sengsara dan ambyar," ujar Netty Prasetiyani kepada SINDOnews, Rabu (13/5/2020).
Selain itu, anggota Komisi IX DPR RI menilai pemerintah tidak memiliki kepekaan terhadap suasana kebatinan dan ekonomi masyarakat yang terpukul akibat covid-19. "Bahkan, menurut beberapa pakar kondisi ekonomi kita akan terganggu hingga akhir tahun bahkan awal tahun depan," ungkap istri mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini.
Dia menilai kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu sangat mencederai kemanusiaan. "Pemerintah memberikan kado buruk bagi masyarakat di momen Lebaran ini," ujar ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS DPR RI ini.
Lebih lanjut dia mengatakan, rakyat sudah gusar dengan banyaknya beban kehidupan yang ditanggung oleh rakyat. "Sebut saja kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), harga BBM yang tak kunjung turun, bahkan daya beli masyarakat yang semakin menurun," imbuhnya.
Menurut Netty, pemerintah seharusnya fokus dalam penanganan kesehatan terhadap Covid-19 dengan menggunakan anggaran kesehatan yang sudah disiapkan. "Jangan bikin pusing rakyat dengan kebijakan yang kontradiktif dan membingungkan," ujarnya.
"Kebijakan kenaikan ini semakin mempersulit kehidupan masyarakat dan membuat hidup masyarakat semakin sengsara dan ambyar," ujar Netty Prasetiyani kepada SINDOnews, Rabu (13/5/2020).
Selain itu, anggota Komisi IX DPR RI menilai pemerintah tidak memiliki kepekaan terhadap suasana kebatinan dan ekonomi masyarakat yang terpukul akibat covid-19. "Bahkan, menurut beberapa pakar kondisi ekonomi kita akan terganggu hingga akhir tahun bahkan awal tahun depan," ungkap istri mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini.
Dia menilai kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu sangat mencederai kemanusiaan. "Pemerintah memberikan kado buruk bagi masyarakat di momen Lebaran ini," ujar ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS DPR RI ini.
Lebih lanjut dia mengatakan, rakyat sudah gusar dengan banyaknya beban kehidupan yang ditanggung oleh rakyat. "Sebut saja kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), harga BBM yang tak kunjung turun, bahkan daya beli masyarakat yang semakin menurun," imbuhnya.
Menurut Netty, pemerintah seharusnya fokus dalam penanganan kesehatan terhadap Covid-19 dengan menggunakan anggaran kesehatan yang sudah disiapkan. "Jangan bikin pusing rakyat dengan kebijakan yang kontradiktif dan membingungkan," ujarnya.
Lihat Juga :