Keluarga yang Lulus Program Keluarga Harapan Melebihi Target
Rabu, 16 Desember 2020 - 09:15 WIB
Foto/dok
JAKARTA - Jumlah keluarga yang mampu mandiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) kian meningkat. Hingga November lalu, sebanyak 1.179.304 keluarga penerima manfaat telah keluar dari PKH.
Jumlah ini melebihi target yang dipatok pemerintah, yakni sebanyak 1 juta keluarga yang harus mandiri dari PKH. “Ini data per 30 November, jumlah tersebut telah melebihi target graduasi yang telah ditentukan, yakni sebanyak 10% dari total 10 juta KPM PKH. Untuk bulan Desember, kita masih melakukan perhitungan detailnya,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin, kepada media di Jakarta, kemarin. (Baca: Ketika Musibah Datang sebagai Peringatan)
Dari total KPM graduasi tersebut, Kemensos mencatat ada dua jenis graduasi yang terjadi di PKH pada tahun ini, yaitu graduasi secara mandiri sebanyak 341.773 KPM dan graduasi secara alamiah sebanyak 837.531 KPM. Sementara provinsi yang paling banyak graduasi KPM PKH, yaitu Jawa Tengah sebanyak 258.989 KPM, Jawa Timur sebanyak 225.183 KPM, Jawa Barat sebanyak 217.184 KPM.
Untuk wilayah luar Jawa tercatat Provinsi Lampung menduduki peringkat pertama sebanyak 48.558 KPM. Di tempat kedua Probinsi Sumatra Utara sebanyak 40.520 KPM dan Provinsi Aceh sebanyak 35.923 KPM. “Graduasi mandiri adalah mereka yang secara sukarela mengundurkan diri dari penerima bantuan PKH. Hal ini biasanya dikarenakan perekonomian KPM mulai membaik. Sementara graduasi secara alamiah adalah KPM sudah tidak mempunyai lagi unsur penerima misalnya yang tadinya menerima bantuan karena ada unsur anak sekolah, tetapi pada perjalanannya anak-anak mereka sudah selesai sekolah semua,” papar Pepen. (Baca juga: 2 Olahraga untuk Turunkan Berat Badan dengan Cepat)
Jumlah ini melebihi target yang dipatok pemerintah, yakni sebanyak 1 juta keluarga yang harus mandiri dari PKH. “Ini data per 30 November, jumlah tersebut telah melebihi target graduasi yang telah ditentukan, yakni sebanyak 10% dari total 10 juta KPM PKH. Untuk bulan Desember, kita masih melakukan perhitungan detailnya,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin, kepada media di Jakarta, kemarin. (Baca: Ketika Musibah Datang sebagai Peringatan)
Dari total KPM graduasi tersebut, Kemensos mencatat ada dua jenis graduasi yang terjadi di PKH pada tahun ini, yaitu graduasi secara mandiri sebanyak 341.773 KPM dan graduasi secara alamiah sebanyak 837.531 KPM. Sementara provinsi yang paling banyak graduasi KPM PKH, yaitu Jawa Tengah sebanyak 258.989 KPM, Jawa Timur sebanyak 225.183 KPM, Jawa Barat sebanyak 217.184 KPM.
Untuk wilayah luar Jawa tercatat Provinsi Lampung menduduki peringkat pertama sebanyak 48.558 KPM. Di tempat kedua Probinsi Sumatra Utara sebanyak 40.520 KPM dan Provinsi Aceh sebanyak 35.923 KPM. “Graduasi mandiri adalah mereka yang secara sukarela mengundurkan diri dari penerima bantuan PKH. Hal ini biasanya dikarenakan perekonomian KPM mulai membaik. Sementara graduasi secara alamiah adalah KPM sudah tidak mempunyai lagi unsur penerima misalnya yang tadinya menerima bantuan karena ada unsur anak sekolah, tetapi pada perjalanannya anak-anak mereka sudah selesai sekolah semua,” papar Pepen. (Baca juga: 2 Olahraga untuk Turunkan Berat Badan dengan Cepat)
Lihat Juga :