Jokowi Dijadwalkan Buka Puncak Hari Antikorupsi Sedunia 2020 di KPK
Rabu, 16 Desember 2020 - 07:50 WIB
Melalui tema itu, KPK juga ingin memperkuat komitmen dan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. "Memperluas keterlibatan masyarakat secara aktif dalam sosialisasi nilai-nilai antikorupsi sehingga dapat meningkatkan pemahaman termasuk dalam gerakan-gerakan pencegahan korupsi; dan merencanakan tindak lanjut upaya pemberantasan tindak pidana korupsi pada seluruh pemangku kepentingan," ungkap Ipim. (Baca juga: Hari Anti Korupsi Sedunia, Gubernur Sulsel Didaulat Jadi Narasumber di KPK)
Bagi KPK, lanjut Ipi, peringatan Hakordia juga menjadi momentum untuk meningkatkan peran serta masyarakat umum dalam pemberantasan korupsi. Sebab, hal ini sesuai dengan visi KPK yakni “Bersama seluruh elemen bangsa, mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi. Karena itu, kegiatan Hakordia 2020 secara aktif melibatkan seluruh pemangku kepentingan yakni, kementerian dan lembaga negara, pemerintah daerah, partai politik, Aparat Penegak Hukum, BUMN dan BUMD, dunia usaha, asosiasi, perguruan tinggi, media, dan tentu saja yang paling utama masyarakat sipil," jelasnya.
Beberapa kegiatan yang menjadi rangkaian Hakordia 2020 telah terselenggaara. Di antaranya kegiatan KPK Mendengar, Tujuh seri Diskusi Panel, Anti-Corruption Summit (ACS), Pilkada Berintegritas dan FGD Program Pendidikan Antikorupsi Parpol, Penertiban dan Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Negara, Anti-Corruption Film Festival (ACFFest), Apresiasi kepada Pelapor Gratifikasi, Kampanye Seniman Melawan Korupsi”, Lomba Video Musik Lirik Festival Suara Antikorupsi (SAKSI), dan Peningkatan Kompetensi Antikorupsi bagi Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (API).
Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dan sinergi KPK bersama segenap mitra pemangku kepentingan dari berbagai elemen bangsa. "KPK menyadari jalan pemberantasan korupsi tidak pernah mudah. Dibutuhkan komitmen kuat dan peran serta aktif seluruh elemen bangsa. Karenanya, pada momentum Hakordia 2020 KPK kembali menggugah kesadaran dan mengajak segenap elemen bangsa untuk bersinergi dalam pemberantasan korupsi demi mewujudkan Indonesia maju dan bebas korupsi," pungkasnya.
Pada peringatan Hakordia 2019 yang digelar KPK di Gedung Penunjang, Jokowi absen dan memilih menghadiri pentas #PrestasiTanpaKorupsi di SMK Negeri 57, Jakarta pada hari yang sama. Padahal, kehadiran Jokowi saat itu dinantikan oleh Pimpinan KPK Jilid IV, khususnya Wakil Ketua KPK saat itu, Saut Situmorang. Saat itu Saut berharap Hakordia 2019 menjadi momentum baginya untuk bersalaman dan berpelukan terakhir kalinya dengan Jokowi. Hal ini lantaran Saut dan pimpinan KPK Jilid IV periode 2015-2019 purnatugas pada 21 Desember 2019.
Bagi KPK, lanjut Ipi, peringatan Hakordia juga menjadi momentum untuk meningkatkan peran serta masyarakat umum dalam pemberantasan korupsi. Sebab, hal ini sesuai dengan visi KPK yakni “Bersama seluruh elemen bangsa, mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi. Karena itu, kegiatan Hakordia 2020 secara aktif melibatkan seluruh pemangku kepentingan yakni, kementerian dan lembaga negara, pemerintah daerah, partai politik, Aparat Penegak Hukum, BUMN dan BUMD, dunia usaha, asosiasi, perguruan tinggi, media, dan tentu saja yang paling utama masyarakat sipil," jelasnya.
Beberapa kegiatan yang menjadi rangkaian Hakordia 2020 telah terselenggaara. Di antaranya kegiatan KPK Mendengar, Tujuh seri Diskusi Panel, Anti-Corruption Summit (ACS), Pilkada Berintegritas dan FGD Program Pendidikan Antikorupsi Parpol, Penertiban dan Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Negara, Anti-Corruption Film Festival (ACFFest), Apresiasi kepada Pelapor Gratifikasi, Kampanye Seniman Melawan Korupsi”, Lomba Video Musik Lirik Festival Suara Antikorupsi (SAKSI), dan Peningkatan Kompetensi Antikorupsi bagi Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (API).
Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dan sinergi KPK bersama segenap mitra pemangku kepentingan dari berbagai elemen bangsa. "KPK menyadari jalan pemberantasan korupsi tidak pernah mudah. Dibutuhkan komitmen kuat dan peran serta aktif seluruh elemen bangsa. Karenanya, pada momentum Hakordia 2020 KPK kembali menggugah kesadaran dan mengajak segenap elemen bangsa untuk bersinergi dalam pemberantasan korupsi demi mewujudkan Indonesia maju dan bebas korupsi," pungkasnya.
Pada peringatan Hakordia 2019 yang digelar KPK di Gedung Penunjang, Jokowi absen dan memilih menghadiri pentas #PrestasiTanpaKorupsi di SMK Negeri 57, Jakarta pada hari yang sama. Padahal, kehadiran Jokowi saat itu dinantikan oleh Pimpinan KPK Jilid IV, khususnya Wakil Ketua KPK saat itu, Saut Situmorang. Saat itu Saut berharap Hakordia 2019 menjadi momentum baginya untuk bersalaman dan berpelukan terakhir kalinya dengan Jokowi. Hal ini lantaran Saut dan pimpinan KPK Jilid IV periode 2015-2019 purnatugas pada 21 Desember 2019.
(cip)
Lihat Juga :