Anak-anak Muda Kader Istana di Pucuk Pimpinan Daerah

Kamis, 10 Desember 2020 - 08:58 WIB
Tahapan pilkada mungkin sudah usai dari mereka. Namun, sejumlah tantangan diprediksi akan menghadang mereka setelah resmi dilantik. Gibran, Bobby, dan Hanindhito boleh dibilang masih hijau di dunia politik. Belum lagi, mereka tidak memiliki pengalaman berhadapan dengan birokrasi dan politikus di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Tantangan terbesar adalah birokrasi. Mereka itu ada yang 45 tahun ke atas. Kita paham mereka sudah senior dan punya jenjang karir. Ini menjadi tantangan tersendiri buat mereka sebagai kepala daerah muda. Nantinya, bagaimana mereka bisa menjembatani status quo-nya keinginan birokrasi dengan percepatan kebijakan yang selama ini dikampanyekan,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Rabu malam (9/12/2020).

(Baca: Quick Count Versi Median, Bobby-Aulia Unggul 55,64% di Pilkada Medan)

Masyarakat pun menanti gebrakan dari mereka. Masyarakat itu tidak muluk-muluk: infrastruktur bagus, ekonomi jalan, dan kesejahteraan. Gibran, Bobby, dan Hanindhito akan menghadapi kesulitan karena masa awal kepemimpinan mereka dalam kondisi pandemi Covid-19. Dan, efeknya sudah merembet ke perekonomian. “Itu kesulitan bagi mereka untuk meningkatkan neraca ekonomi. Itu butuh tenaga dan kerja keras,” ucap Dosen Universitas Padjadjaran itu.

Birokrasi dan ekonomi sudah masalah yang komplek. Ketiganya juga harus bisa menjalin hubungan dengan para politikus di DPRD. Memang di belakang mereka ada nama besar orang tua dan mertua, tapi dinamika politik daerah dan pusat tidak selalu sama. Idil menyarankan berbagai peran, misalnya wakil mengurusi pembenahan internal birokrasi. Sedangkan, kepala daerahnya mengurusi politik dan kebijakan strategis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!