Gara-gara Ini Banyak Pekerja Migran di Sabah Bekerja Ilegal

Rabu, 09 Desember 2020 - 08:05 WIB
(Baca: Paguyuban Bisa Menjadi Wadah Perlindungan Buruh Migran)

Fahmi menjelaskan pangkal masalah para pekerja itu bekerja tanpa dilengkapi dokumen resmi. Dia memaparkan ada kebijakan imigrasi di sana yang hanya memperbolehkan satu pekerja resmi untuk menggarap 8 hektar perkebunan sawit.

“Padahal, kami hitung, perkebunan sawit yang beroperasi itu setidaknya membutuhkan satu pekerja untuk hektar lahan. Itu belum menghitung jenis pekerjaan lain, seperti yang memanen, memelihara, memungut biji yang jatuh, dan supir untuk pengangkutan,” tuturnya.

(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)

Kebijakan sistem kuota ini, menurut Fahmi, tidak masuk akal. Pada kenyataannya, jumlah pekerja migran di perkebunan sawit jauh lebih besar. Bisa sampai kali lipatnya dari jumlah resmi
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!