BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Hadapi Puncak Musim Hujan pada Januari 2021

Rabu, 09 Desember 2020 - 05:57 WIB
Herizal mengatakan, peningkatan kewaspadaan harus dilakukan khususnya pada daerah-daerah yang diprediksi akan mendapatkan akumulasi curah hujan dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi pada Desember 2020-Januari 2021. Potensi tersebut berpeluang terjadi di pesisir barat Sumatera, sebagian besar pulau Jawa, Bali, sebagian NTB, sebagian NTT, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Papua.

Adapun puncak musim hujan diprediksikan untuk sebagian besar wilayah akan terjadi pada Januari-Februari 2021 yang umumnya bertepatan dengan puncak Monsun Asia. "Dengan latar belakang anomali iklim La Nina, meningkatnya aktivitas Monsoon Asia pada bulan Desember ini juga dapat juga disertai oleh beberapa fenomena atmosfer khusus lainnya seperti cold surge. Gelombang atmosfer ekuator (MJO), dan pertemuan massa udara antar tropis (Inter Tropical Convergence Zona - ITCZ)," ungkapnya

Fenomena-fenomena tersebut dapat terjadi secara bersamaan maupun sendiri-sendiri, dan mampu memicu curah hujan ekstrem yang berdampak signifikan. Menurut dia, hal itu diprediksi dapat terjadi dalam periode minggu terakhir Desember 2020-Januari 2021. Karena itu kata dia, BMKG mengimbau pihak-pihak terkait di pemerintah pusat dan pemerintah daerah atau masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi mendapatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi agar waspada. "Dengan ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan banjir bandang, serta diminta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG," tandasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!