Mendagri Sebut Kepercayaan Publik terhadap Pelaksanaan Pilkada Meningkat
Selasa, 08 Desember 2020 - 22:02 WIB
Pada kesempatan sebelumnya Bawaslu memaparkan selama masa kampanye, terdapat 2,3% pelanggaran protokol kesehatan atau sebanyak 2126 pelanggaran dari total 91.640 kampanye tatap muka.
Berdasarkan hasil survei SMRC itu, kata Tito, pengetahuan publik akan adanya Pilkada serentak ini meningkat signifikan. Bahkan, berdasarkan hasil survei pula, sebanyak 64 persen responden, menghendaki Pilkada tetap dilangsungkan.
Menurut Tito, hal ini menunjukkan kepercyaan yang tinggi dari masyarakat terhadap penyelenggaraan Pilkada. "Keinginan masyarakat untuk memilih atau 92 persen publik mengetahui ada Pilkada menunjukkan bahwa pemberitaan atau informasi mengenai Pilkada ini 92 persen diketahui publik," ucap Tito.
Masih berdasarkan hasil survei, lanjut Tito, sebanyak 83 persen responden menyatakan ingin menggunakan hak pilihnya.
"Kalau mereka ada kekhawatiran tadi ada penularan virus dan lain-lain, trust ini rendah. Tapi ini trust tersebut makin meningkat, demikian juga keinginan responden yang menyatakan 64 persen ingin Pilkada 9 Desember tetap dilaksanakan menunjukkan ada trust atau kepercayaan," terangnya.
Berdasarkan hasil survei SMRC itu, kata Tito, pengetahuan publik akan adanya Pilkada serentak ini meningkat signifikan. Bahkan, berdasarkan hasil survei pula, sebanyak 64 persen responden, menghendaki Pilkada tetap dilangsungkan.
Menurut Tito, hal ini menunjukkan kepercyaan yang tinggi dari masyarakat terhadap penyelenggaraan Pilkada. "Keinginan masyarakat untuk memilih atau 92 persen publik mengetahui ada Pilkada menunjukkan bahwa pemberitaan atau informasi mengenai Pilkada ini 92 persen diketahui publik," ucap Tito.
Masih berdasarkan hasil survei, lanjut Tito, sebanyak 83 persen responden menyatakan ingin menggunakan hak pilihnya.
"Kalau mereka ada kekhawatiran tadi ada penularan virus dan lain-lain, trust ini rendah. Tapi ini trust tersebut makin meningkat, demikian juga keinginan responden yang menyatakan 64 persen ingin Pilkada 9 Desember tetap dilaksanakan menunjukkan ada trust atau kepercayaan," terangnya.
Lihat Juga :