Meski Jenuh Tetap Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan 3M

Sabtu, 05 Desember 2020 - 07:46 WIB
Wiku menjelaskan, sebenarnya ada dua penyebab terjadinya kenaikan kasus yang signifikan. Satu hal yang pasti disebabkan tingkat penularan yang masih tinggi akibat menurunnya perubahan perilaku 3M . Adapun kedua, adanya ketidaksinkronan data antara pusat dan daerah. Belum lagi, Indonesia sebagai negara yang besar dan mengintegrasikan seluruh data jadi satu dan untuk real time, itu perlu waktu. (Baca juga: KPK Tahan Eks Pejabat Kementerian Agama)

“Jadi, ada beberapa daerah yang kesulitan memasukkan datanya sehingga terakumulasi, salah satu contohnya adalah Papua yang sudah sejak 19 November sampai dengan kemarin baru memasukkan datanya. Ada 1.700 lebih. Selama ini nol (kasus), (karena diakumulasi) sehingga terjadi lonjakan,” kata dia.

Nah yang paling disesalkan oleh Wiku, sembilan bulan pandemi Covid-19 berlangsung ternyata masih ada masyarakat di Indonesia yang meragukan Covid-19. Bahkan, beberapa waktu lalu Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, masih ada provinsi yang tidak percaya dengan pandemi Covid-19, menganggap pandemi global itu sebagai sebuah konspirasi dan rekayasa. Hal ini juga diperkuat dengan adanya survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama ini yang menemukan sebanyak 17% orang Indonesia yakin tidak akan terpapar Covid-19.

“Saya enggak ingin mengatakan excuse tapi saya mau mengatakan bahwa Indonesia itu negara (berpenduduk) besar nomor 4 di dunia, dengan budayanya sangat beragam. Jadi, kemampuan kita untuk bisa menyentuh seluruh masyarakat dengan budaya yang berbeda, cara berpikir yang berbeda, itu kita betul-betul ditantang untuk bisa bergerak bersama, dengan pemahaman yang sama,” kata Wiku. (Baca juga: Aliran Modal Asing ke Luar negeri Capai Rp2,55 Trilliun)

Jabar Kembali Masifkan Swab Test di Kawasan Industri

Sementara itu dari Jawa Barat, pemprov setempat melalui Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten/kota kembali menggencarkan pelaksanaan swab test di kawasan industri.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, swab test di kawasan industri merupakan kolaborasi sejumlah pihak. Pihak BNPB menyediakan perlengkapan swab test, sedangkan tenaga medis berasal dari Satgas Penanganan Covid-19 Jabar dan kabupaten/kota.

"Ini logistiknya, alat tesnya kita dapat dari BNPB melalui pengadaan 12.000 alat tes. Tenaga kesehatannya ini dari satgas kabupaten bekerja sama dengan satgas provinsi,” kata Daud dalam keterangan resminya kemarin.

Bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dan Forum Komunikasi Koordinasi Sumber Daya Manusia (FKKSM) MM2100, kata Daud, pelaksanan swab test massal tersebut telah dimulai di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/12/2020) kemarin. (Baca juga: Kalah Pilpres AS, Trump Fokus Selamatkan Diri dan Keluarga)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!