Ekspor Produk Halal Belum Signifikan
Jum'at, 04 Desember 2020 - 05:00 WIB
Kemudian modal ventura yang tercatat sekitar 40% dengan investor dari Jepang dan Amerika Serikat (AS) yang menggelontorkan modal pada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek masing-masing sebesar USD1,2 miliar atau setara Rp17 triliun dan USD375 juta atau setara Rp 5,31 triliun. Lalu diikuti private equity sebesar 6% dari perusahaan Qatar dan Singapura yang menyasar Traveloka Group of Companies dari Indonesia senilai USD 250 juta atau setara Rp 3,54 triliun.
Sementara itu Indonesia belum bisa berbicara banyak dalam urusan ekspor produk halal secara signifikan, sebaliknya masih menjadi pasar yang empuk. Terkait dengan eksportir produk halal terbesar di dunia, pemainnya justru bukan dari negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Masih mengutip laporan SGIE, lima negara eksportir produk halal adalah meliputi AS, India, Brasil, Prancis, dan Rusia dengan total nilai transaksi sebesar USD 255 miliar atau setara Rp 3.615 triliun. Adapun eksportir produk halal dari negara bernduduk mayoritas muslim, UEA pada posisi kedelapan, Turki pada urutan ke-11, dan Indonesia posisi ke-12 dengan nilai ekspor USD7 miliar atau setara Rp 99 triliun.
Fakta menunjukkan kontribusi Indonesia pada ekspor produk halal baru mencapai 2,8%. Selama ini negeri ini telah menjadi pasar empuk bagi produk-produk halal dari luar negeri. Dua tahun lalu Indonesia mengalokasikan atau membelanjakan dana untuk produk halal sebesar USD214 miliar atau sekitar 10% dari pangsa produk halal dunia. Dengan demikian Indonesia menjadi konsumen terbesar di antara negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Selama ini Indonesia selalu terbuai bahwa mereka berpotensi menjadi negara dengan produk halal terbesar di dunia. Ayo, buktikan.
Sementara itu Indonesia belum bisa berbicara banyak dalam urusan ekspor produk halal secara signifikan, sebaliknya masih menjadi pasar yang empuk. Terkait dengan eksportir produk halal terbesar di dunia, pemainnya justru bukan dari negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Masih mengutip laporan SGIE, lima negara eksportir produk halal adalah meliputi AS, India, Brasil, Prancis, dan Rusia dengan total nilai transaksi sebesar USD 255 miliar atau setara Rp 3.615 triliun. Adapun eksportir produk halal dari negara bernduduk mayoritas muslim, UEA pada posisi kedelapan, Turki pada urutan ke-11, dan Indonesia posisi ke-12 dengan nilai ekspor USD7 miliar atau setara Rp 99 triliun.
Fakta menunjukkan kontribusi Indonesia pada ekspor produk halal baru mencapai 2,8%. Selama ini negeri ini telah menjadi pasar empuk bagi produk-produk halal dari luar negeri. Dua tahun lalu Indonesia mengalokasikan atau membelanjakan dana untuk produk halal sebesar USD214 miliar atau sekitar 10% dari pangsa produk halal dunia. Dengan demikian Indonesia menjadi konsumen terbesar di antara negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Selama ini Indonesia selalu terbuai bahwa mereka berpotensi menjadi negara dengan produk halal terbesar di dunia. Ayo, buktikan.
(bmm)
Lihat Juga :