Kalangan Akademisi Diminta Aktif Ikut Waspadai Radikalisme

Rabu, 02 Desember 2020 - 22:01 WIB
“Apa pun kalau membawa simbol-simbol agama itu sangat sensitif. Remaja kita yang belum memahami secara utuh, kemudian ada persoalan dengan keluarga, akan sangat cepat dimanfaatkan kelompok radikal intoleran ini,” jelas Boy Rafli.

Karena itu, kata dia, silaturahmi kebangsaan dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara dan sivitas akademika UMSU diharapkan memperkuat sinergi dalam melawan penyebaran paham radikal inteloran.

Menurut Boy, ada banyak hal yang bisa disinergikan dalam silaturahmi ini. “Intinya kita harus selalu menjaga seluruh generasi muda, termasuk peserta didik UMSU untuk ikut mewaspadai penyebarluasan paham radikal intoleran yang fenomenanya termasuk menjadikan kampus menjadi target dalam penyebarluasan paham radikal intoleran yang bisa mengarah kepada radikal terorisme,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UMSU Dr Agussani menyampaikan apresiasi tinggi dengan kehadiran Boy Rafli di UMSU. Ini menunjukkan, UMSU ikut berperan lebih jauh dalam rangka untuk mencegah radikalisme di kampus. Hal itu juga sesuai dengan Catur Dharma Umsu.

“Program pencegahan paham radikal terorisme sudah menjadi bagian yang kita sisipkan dan kita tekankan, baik itu dalam pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, maupun terkait Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tutur Agussani.

Ke depan, lanjut Agussani, masalah-masalah yang disampaikan Boy Rafli akan dijadikan bahan kajian UMSU dalam mata kuliah terkait terorisme. Selain itu, UMSU juga akan menyusun buku saku pegangan mashasiswa.

“Buku saku itu nanti akan bisa memberikan sumbangsih bagaimana generasi muda kita ke depan agar tidak lagi disusupi paham radikal dan bagaimana nanti negara kita bisa fokus dalam rangka menjalankan proses pembangunan yang bermartabat pada masa akan datang,” tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!