Teladan Kiai Said di Tengah Perangi Covid

Selasa, 01 Desember 2020 - 05:10 WIB
Langkah yang dilakukan Kiai Said Aqil Siradj dan banyak tokoh lain saat terpapar virus corona patut jadi teladan dan model dalam penanganan korona di Indonesia.
MINGGU (29/11) hampir tengah malam, jagat media Indonesia diramaikan dengan informasi Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj terpapar virus korona. Kabar ini begitu mengagetkan. Lebih-lebih, sang kiai selama ini dikenal begitu sangat hati-hati. Saat awal-awal korona mendera Indonesia, publik masih ingat kala itu Kiai Said mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak sombong. Dengan sombong, maka jelas protokol kesehatan tak lagi jadi prioritas. Muaranya, virus kian dekat karena seolah tanpa batas.

Siapa nyana, meski sudah waspada, virus itu akhirnya memapar Kiai Said pula. Sebagai bagian pengakuan makhluk Tuhan yang dhaif, melalui sekretaris pribadinya, dia memublikasikan kabar kurang baik ini. Maqasid-nya jelas. Umat diminta sementara jangan sowan ke Kiai Said. Yang pernah kontak erat juga mudah terlacak (tracing). Bagi orang awam, hal ini juga makin menyadarkan bahwa virus ini benar-benar ada dan tak kenal usia atau apa pun predikat yang menempel pada seseorang.



Dari kasus Kiai Said, publikasi diri atas kondisi medis seseorang di tengah pandemi Covid-19 saat ini tak lagi tabu. Jauh hari sebelum Kiai Said, ada sederet tokoh yang melakukan langkah serupa, seperti Wali Kota Bogor Bima Arya, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Meski ada Undang-Undang (UU) No 36/2009 tentang Kesehatan dan sejenisnya yang bisa jadi alat pelindung, hal itu justru tak dijadikan alibi untuk menyembunyikan sakitnya. Dengan semakin terbuka atas kondisi kesehatan, semakin mudah mereka tertangani. Demikian pula pendataan dan pengklasteran pasien menjadi lebih cepat.

Tokoh-tokoh itu sadar tak harus malu karena mendapat penyakit ini bukanlah aib. Dan, publik pun tak ada yang mem-bully atau mencelanya. Sebaliknya, rasa simpati dan empati justru mampu terbangun di antara anak bangsa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!