Ngobrol Bareng Gus Miftah iNews, Jumat Pukul 20.00: Menaker Ida Fauziyah Bicara tentang Angkatan Kerja

Kamis, 26 November 2020 - 21:52 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan kepada Gus Miftah, pemerintah terus berupaya agar PHK tidak semakin meluas akibat pandemi Covid-19.
JAKARTA - Pandemi Covid-19 (virus Corona) tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga menimbulkan turbulensi ekonomi yang mendorong Indonesia masuk ke dalam jurang resesi. Tidak sedikit perusahaan yang bangkrut atau terpaksa melakukan efisensi dengan memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

(Baca juga: Tak Hadiri Munas MUI, Din Syamsuddin: Ulama Lurus Hanya Takut Allah SWT)



Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia periode Agustus 2020 mencapai 9,77 juta orang, naik dari 7,10 juta orang pada Agustus 2019. Angka ini akan terus bertambah jika gelombang PHK tidak diredam.

(Baca juga: Kebebasan Sipil di Indonesia Alami Kemunduran)

Lalu, bagaimana pemerintah mengatasi problematika PHK, pengangguran, dan ketenagakerjaan di Indonesia pada masa pandemi Covid-19 ini?

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan kepada Gus Miftah, pemerintah terus berupaya agar PHK tidak semakin meluas akibat pandemi Covid-19. "Pemerintah melakukan banyak langkah agar PHK tidak semakin meluas. PHK menjadi pilihan terakhir dan kalau lihat data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dari 2,1 juta yang terdampak pandemi Covid-19, rata-rata pekerja formal kebanyakan dirumahkan, bukan di-PHK. Sekitar 20-25% yang di-PHK," ungkap Ida Fauziyah, di Jakarta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!