Bappenas: Pandemi Covid-19 Berisiko Ganggu Kesehatan Reproduksi

Rabu, 25 November 2020 - 16:38 WIB
Persoalan lain juga mencakup menurunnya pemakaian kontrasepsi untuk pasangan usia subur 15-49 tahun. Berdasarkan survei daring BKKBN pada April-Juli 2020, ada penurunan prevalensi pemakaian kontrasepsi modern (mCPR) sekitar 4% metode dibandingkan sebelum pandemi terjadi yaitu dari 63,7% menjadi 59,6%. Sementara, pemakaian kontrasepsi tradisional meningkat dari 4,5% menjadi 5,2%.

“Keadaan ini mengindikasikan adanya kebutuhan untuk mencegah kehamilan, namun terkendala dengan adanya pembatasan akses atau adanya kekhawatiran untuk melakukan kontak fisik dengan provider kesehatan selama pandemi,” terang dia.

(Baca: Soal Penangkapan Menteri KKP, Prabowo Minta Tunggu Laporan Resmi KPK)

Tantangan itu diproyeksikan dapat berlanjut di tahun depan. Pungkas memaparkan beberapa isu yang terjadi meliputi risiko tidak optimalnya pelaksanaan program kesehatan reproduksi meliputi Terjadi disrupsi pelayanan kesehatan esensial, terganggunya manajemen distribusi rantai pasok, perubahan pembiayaan program.

“Tapi ada beberapa hal yang positif, antara lain mengadaptasi layanan dengan teknologi digital. Itu satu langkah positif yang perlu diteruskan dan banyak sekali potensi lainnya yang perlu dengan melakukan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.

Pungkas menyatakan bahwa kesehatan ibu dan anak tetap menjadi primadona dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Ada beberapa indikator di area menunjukkan kondisi sistem kesehatan, antara lain angka kematian ibu (AKI), prevalensi pemakaian kontrasepsi cara modern, unmet need KB, angka kelahiran menurut umur (ASFR) 15-19 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!