Menag Tegaskan Ideologi Ekstrem Ancaman Kehidupan Beragama
Selasa, 24 November 2020 - 22:14 WIB
Fachrul juga menegaskan bahwa dalam kitab suci agama-agama abrahamik, tidak ada satu ayat dan ajaran pun yang mengobarkan semangat kebencian, permusuhan, atau segala bentuk negatif lainnya. “Semua agama abrahami mengajarkan kasih sayang, keadilan, persaudaraan yang menghargai perbedaan,” tegasnya.
“Persaudaraan antara manusia dari semua bangsa dan kebudayaan yang berbeda, latar belakang agama yang berbeda tidak menjadi penghalang bagi kita untuk membangun kerjasama dan melakukan kebaikan bersama," tambah Fachrul.
Fachrul mengatakan jika perbedaan pendapat dan pandangan merupakan sumber kekayaan dalam berdialog. "Agama-agama abrahamik hadir untuk menyelamatkan manusia dan menganjurkan kehidupan damai. Semua umat beragama mendambakan kehidupan yang toleran dan damai," jelasnya.
Dalam akhir sambutannya, Fachrul mengutip seorang ulama Sufi tentang toleransi beragama antar sesama manusia. "Dalam konteks pentingnya perdamaian, toleransi dan persaudaraan antar sesama, seorang Ulama Sufi pernah berkata ‘manusia adalah anggota yang satu dalam penciptaannya pun dari esensi dan jiwa yang sama, jika salah satu anggota tersakiti, anggota lainnya tidak boleh tinggal diam. Jika engkau simpati pada penderitaan orang lain, maka predikat manusia tidak layak engkau sandang," ungkapnya.
“Persaudaraan antara manusia dari semua bangsa dan kebudayaan yang berbeda, latar belakang agama yang berbeda tidak menjadi penghalang bagi kita untuk membangun kerjasama dan melakukan kebaikan bersama," tambah Fachrul.
Fachrul mengatakan jika perbedaan pendapat dan pandangan merupakan sumber kekayaan dalam berdialog. "Agama-agama abrahamik hadir untuk menyelamatkan manusia dan menganjurkan kehidupan damai. Semua umat beragama mendambakan kehidupan yang toleran dan damai," jelasnya.
Dalam akhir sambutannya, Fachrul mengutip seorang ulama Sufi tentang toleransi beragama antar sesama manusia. "Dalam konteks pentingnya perdamaian, toleransi dan persaudaraan antar sesama, seorang Ulama Sufi pernah berkata ‘manusia adalah anggota yang satu dalam penciptaannya pun dari esensi dan jiwa yang sama, jika salah satu anggota tersakiti, anggota lainnya tidak boleh tinggal diam. Jika engkau simpati pada penderitaan orang lain, maka predikat manusia tidak layak engkau sandang," ungkapnya.
(maf)
Lihat Juga :