Perintahkan TNI Copot Baliho Habib Rizieq, Pangdam Jaya Kembalikan Wibawa Negara

Jum'at, 20 November 2020 - 17:06 WIB
Menurutnya, sejak kembalinya Habib Rizieq ke Tanah Air, langsung menuai kontroversi. Penjemputan oleh massa pendukung yang tidak mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi dan merusak fasilitas bandara pada 10 November 2020, disusul ceramah akbar di Tebet pada 14 November 2020, telah memicu keresahan.

(Baca: Pangdam Jaya Ancam FPI Dibubarkan, Ini Kata FPI Tangerang)

"Banyak pihak menilai negara kehilangan wibawa di hadapan ormas garis keras. Spekulasi macam itu mengundang reaksi keras dari pihak apparat penegak hukum dan keamanan," katanya.

Kepolisian juga telah secara resmi meminta pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kegiatan pengumpulan massa besar-besaran di Tebet. Menurut Boni, langkah Kepolisian ibarat lilin yang menyala di ujung terowongan. "Ada harapan bagi masyarakat bahwa tidak ada ormas apapun yang kebal hukum di negara ini," tuturnya.

Dia uga menengarai kemungkinan FPI dibubarkan jika negara menilai itu harus dilakukan. "Berbagai video penurunan baliho oleh aparat TNI telah menuai pujian dan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!