Pandemi Corona, Sandiaga Ajak UKM Berkolaborasi Ciptakan Lapangan Kerja
Senin, 11 Mei 2020 - 05:37 WIB
Berangkat dari pengalaman tersebut, dirinya kemudian memberikan pelatihan kepada para ibu rumah tangga dan remaja untuk membuat tas. "Alhamdulillah, dari 10 penganyam sekarang sudah menjadi 30 penganyam aktif dan sekarang kali kita dapat pesanan dari Mba Mirsya untuk mengerjakan hampersnya. Kami benar-benar terbantu dan bersyukur sekali bisa bekerja sama, karena bisa meningkatkan perekonomian kami semua. Semoga kerja sama ini akan terus membawa berkah dan harapan kami terus berlanjut," ungkapnya.
Senada, Binti,45, yang juga penganyam tas menyampaikan terima kasih atas pesanan yang diberikan. Diungkapkannya, lewat pesanan tersebut, dirinya kini tidak lagi mengandalkan hasil panen padi tiga bulan sekali.
“Saya merasa terbantu sekali dengan adanya orderan dari Mamaberry. Sebelumnya untuk cukupi kebutuhan sehari-hari kita hanya mengandalkan hasil panen tiga bulan sekali, apalagi kondisi ekonomi sekarang serba sulit karena wabah Corona saat ini. Tapi setelah ada pesanan yang bagi kami jumlahnya banyak sekali ini, ekonomi kami tercukupi," tambahnya.
Mendengar pernyataan kedua ibu rumah tangga tersebut, Mirsya mengungkapkan terima kasih kepada Lulu serta para pelaku UKM lainnya. Sebab, lewat kolaborasi dengan perajin anyaman di Jawa Timur, produk kudapannya dikemas lebih cantik dengan tas, keranjang ataupun kotak hantaran unik yang ramah lingkungan.
“Ide awalnya sangat sederhana. Saya ingin menghadirkan hantaran yang sehat, simple, unik dan tidak menggunakan plastik sekali pakai, sehingga tidak menambah sampah. Saya coba memberikan inspirasi-inspirasi motif yang lebih kontemporer dan kekinian dan ternyata mereka mampu membuat karya yang saya impikan," tambahnya.
Kemasan yang cantik dan elegan lewat aneka produk anyaman diungkapkan Mirsya disambut baik pelanggannya. Sebab, konsep hampersnya sangat baik, selain reusable, tapi juga sangat in-trend dan fashionable. "Kami mendapatkan total pesanan 1,200 secara organik, tanpa promosi berbayar. Berkahnya perajin anyaman ikut tersejahterakan," ungkapnya.
Senada, Binti,45, yang juga penganyam tas menyampaikan terima kasih atas pesanan yang diberikan. Diungkapkannya, lewat pesanan tersebut, dirinya kini tidak lagi mengandalkan hasil panen padi tiga bulan sekali.
“Saya merasa terbantu sekali dengan adanya orderan dari Mamaberry. Sebelumnya untuk cukupi kebutuhan sehari-hari kita hanya mengandalkan hasil panen tiga bulan sekali, apalagi kondisi ekonomi sekarang serba sulit karena wabah Corona saat ini. Tapi setelah ada pesanan yang bagi kami jumlahnya banyak sekali ini, ekonomi kami tercukupi," tambahnya.
Mendengar pernyataan kedua ibu rumah tangga tersebut, Mirsya mengungkapkan terima kasih kepada Lulu serta para pelaku UKM lainnya. Sebab, lewat kolaborasi dengan perajin anyaman di Jawa Timur, produk kudapannya dikemas lebih cantik dengan tas, keranjang ataupun kotak hantaran unik yang ramah lingkungan.
“Ide awalnya sangat sederhana. Saya ingin menghadirkan hantaran yang sehat, simple, unik dan tidak menggunakan plastik sekali pakai, sehingga tidak menambah sampah. Saya coba memberikan inspirasi-inspirasi motif yang lebih kontemporer dan kekinian dan ternyata mereka mampu membuat karya yang saya impikan," tambahnya.
Kemasan yang cantik dan elegan lewat aneka produk anyaman diungkapkan Mirsya disambut baik pelanggannya. Sebab, konsep hampersnya sangat baik, selain reusable, tapi juga sangat in-trend dan fashionable. "Kami mendapatkan total pesanan 1,200 secara organik, tanpa promosi berbayar. Berkahnya perajin anyaman ikut tersejahterakan," ungkapnya.
Lihat Juga :