Literasi dan Generasi Unggul
Kamis, 19 November 2020 - 05:20 WIB
Tantangan
Di tengah bonus demografi, penduduk produktif saat ini dihadapkan pada beberapa tantangan, antara lain soal teknologi. Kita tahu kemajuan teknologi saat ini berkembang pesat, bahkan tidak terbendung. Beberapa kalangan telah menikmati dan mendesain teknologi sehingga memberi makna kemanfaatan buat sesama manusia. Pada sisi lain, banyak kalangan, utamanya anak-anak muda, tidak mampu menyaring akses informasi yang sangat terbuka dan bahkan cenderung liar. Misal di banyak media sosial berkembang penyebaran informasi hoaks, pornografi, hate speach, dan beberapa tindakan lain di dunia maya yang mengarah pada pelanggaran hukum.
Tantangan lainnya ialah pengangguran. Pada 2019, BPS melansir data bahwa pengangguran menurun. Tetapi lulusan diploma dan universitas banyak yang tidak bekerja. Kondisi ini memperlihatkan bahwa generasi muda terdidik membutuhkan penguatan kapasitas dan keterampilan untuk berwirausaha.
Kedua tantangan di atas sebenarnya menjadi penyemangat untuk memperbaiki keadaan. Di tengah problem yang ada, ada beberapa anak bangsa yang mengukir prestasi dengan memanfaatkan pengetahuan teknologi dan mandiri dalam berwirausaha.
Memulai dari Literasi
Dalam satu kesempatan pendiri Microsoft Bill Gates berkata, “Jika budaya anda tidak menyukai orang-orang yang kutu buku, Anda berada pada masalah serius.” Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Gates sangat tegas menyatakan betapa pentingnya dunia literasi untuk meningkatkan kualitas diri dan mewujudkan relasi yang tinggi kepada manusia dan lingkungan.
Di tengah bonus demografi, penduduk produktif saat ini dihadapkan pada beberapa tantangan, antara lain soal teknologi. Kita tahu kemajuan teknologi saat ini berkembang pesat, bahkan tidak terbendung. Beberapa kalangan telah menikmati dan mendesain teknologi sehingga memberi makna kemanfaatan buat sesama manusia. Pada sisi lain, banyak kalangan, utamanya anak-anak muda, tidak mampu menyaring akses informasi yang sangat terbuka dan bahkan cenderung liar. Misal di banyak media sosial berkembang penyebaran informasi hoaks, pornografi, hate speach, dan beberapa tindakan lain di dunia maya yang mengarah pada pelanggaran hukum.
Tantangan lainnya ialah pengangguran. Pada 2019, BPS melansir data bahwa pengangguran menurun. Tetapi lulusan diploma dan universitas banyak yang tidak bekerja. Kondisi ini memperlihatkan bahwa generasi muda terdidik membutuhkan penguatan kapasitas dan keterampilan untuk berwirausaha.
Kedua tantangan di atas sebenarnya menjadi penyemangat untuk memperbaiki keadaan. Di tengah problem yang ada, ada beberapa anak bangsa yang mengukir prestasi dengan memanfaatkan pengetahuan teknologi dan mandiri dalam berwirausaha.
Memulai dari Literasi
Dalam satu kesempatan pendiri Microsoft Bill Gates berkata, “Jika budaya anda tidak menyukai orang-orang yang kutu buku, Anda berada pada masalah serius.” Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Gates sangat tegas menyatakan betapa pentingnya dunia literasi untuk meningkatkan kualitas diri dan mewujudkan relasi yang tinggi kepada manusia dan lingkungan.
Lihat Juga :