Medsos Kini Secara Efektif Digunakan Pendakwah untuk Sampaikan Pesan Agama
Senin, 16 November 2020 - 14:48 WIB
Lalu kata Ismatu, apakah perubahan pola transmisi penyampaian pesan melalui media sosial ini juga mempengaruhi otoritas keagamaan? "Kalau 10 tahun atau 12 tahun lalu, kita tahu 'Kiai Google' karena setiap persoalan kita pertanyakan lewat Google. Nah sekarang itu ada hal yang lebih interaktif yang dikembangkan dengan media sosial yang lain," katanya.
Ismatu mengatakan, dalam riset yang dilakukan pihaknya juga ingin mengetahui pola keagamaan di Indonesia. "Ini juga perlu dilihat karena kita melihat apakah memang dengan model perubahan ini, dengan model yang terus berubah, apakah ada kecenderungan orang itu berlaku nafisistik? Artinya bahwa kalau agama itu akan menjadi lebih otentik kalau hampir sama dengan daerah asalnya," ujarnya.
Dalam konteks Islam kata Ismatu, maka Islam yang otentik adalah model Islam yang mengadopsi lebih banyak cara pandang atau praktik-praktik yang berkembang dengan tradisi orang-orang di Arab.
"Nah apakah itu yang berkembang, apakah tidak ada inovasi apakah keagamaan itu berkembang lebih baik dalam konteks yang lebih lokal. Jadi ada beberapa hal yang menjadi konsen kita," jelasnya.
"Sehingga, dengan begitu kita berharap sekali kita memberikan kontribusi bagi nantinya pemahaman kita lebih baik, persaudaraan, rasa hormat terhadap perbedaan agama juga baik. Sehingga kita berfikir untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," sambung Ismatu.
Ismatu mengatakan, dalam riset yang dilakukan pihaknya juga ingin mengetahui pola keagamaan di Indonesia. "Ini juga perlu dilihat karena kita melihat apakah memang dengan model perubahan ini, dengan model yang terus berubah, apakah ada kecenderungan orang itu berlaku nafisistik? Artinya bahwa kalau agama itu akan menjadi lebih otentik kalau hampir sama dengan daerah asalnya," ujarnya.
Dalam konteks Islam kata Ismatu, maka Islam yang otentik adalah model Islam yang mengadopsi lebih banyak cara pandang atau praktik-praktik yang berkembang dengan tradisi orang-orang di Arab.
"Nah apakah itu yang berkembang, apakah tidak ada inovasi apakah keagamaan itu berkembang lebih baik dalam konteks yang lebih lokal. Jadi ada beberapa hal yang menjadi konsen kita," jelasnya.
"Sehingga, dengan begitu kita berharap sekali kita memberikan kontribusi bagi nantinya pemahaman kita lebih baik, persaudaraan, rasa hormat terhadap perbedaan agama juga baik. Sehingga kita berfikir untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," sambung Ismatu.
(maf)
Lihat Juga :