Hoaks Marak Akibat Kesenjangan Ekspektasi Publik dan Ketersediaan Informasi

Jum'at, 13 November 2020 - 17:50 WIB
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Iqrak Sulhin menilai sampai saat ini masih kerap munculnya hoaks baru. Persoalan itu menurutnya terjadi karena adanya kesenjangan (gap) antara ekspektasi publik dengan ketersediaan informasi yang absah. Foto/SINDOnew
JAKARTA - Penyebaran hoaks yang masih terjadi di tengah pandemi Covid-19 memunculkan kekhawatiran berbagai pihak. Tak terkecuali dari kalangan akademisi yang memandang masih banyak berita bohong berseliweran di media sosial.

Merujuk data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sejak 23 Januari hingga 18 Oktober 2020 terdapat 2.020 konten hoaks mengenai Covid-19 di media sosial. Sebanyak 1.759 konten di antaranya sudah berhasil dicabut (takedown). (Baca juga: Termakan Hoaks, Banyak Masyarakat Tak Patuh Protokol Kesehatan)



Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Iqrak Sulhin menilai sampai saat ini masih kerap munculnya hoaks baru. Persoalan itu menurutnya terjadi karena adanya kesenjangan (gap) antara ekspektasi publik dengan ketersediaan informasi yang absah atau dapat dipertanggung jawabkan. “Dia (hoaks) bukan hanya pelanggaran hukum, dia adalah sesuatu yang mengisi gap atau kesenjangan antara ekspektasi imajinatif dengan ketersediaan informasi yang absah,” papar Iqrak dalam diskusi daring dalam kanal Youtube SINDOnews, Jumat (13/11/2020). (Baca juga: Lawan Hoaks di Masa Pandemi, Masyarakat Diminta Pintar Memilih Berita)

Dalam situasi saat ini, ada ekspektasi atau harapan besar di masyarakat yang ingin pandemi segera selesai, keadaan dan aktivitas bisa kembali berjalan normal. Ekspektasi itu bisa dalam arti yang positif konstruktif maupun menjadi berbahaya. Ketika itu muncul, namun di saat yang bersamaan informasi yang dapat diakses dan diserap dengan mudah oleh publik ternyata tidak tersedia dengan baik. Saat pemerintah gencar berupaya menangani pandemi, ada ekpektasi lain yang diharapkan dapat dicapai oleh publik. (Baca juga: Hoaks Merajalela di Media Sosial)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!