Uji Klinis Vaksin Sinovac Tinggal Evaluasi Keamanan dan Efikasi
Selasa, 10 November 2020 - 14:38 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menunjukkan tangannya seusai menjalani penyuntikan kedua calon vaksin COVID-19, Sinovac, Senin (14/9/2020). Foto/IST
JAKARTA - Uji coba vaksin Sinovac yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat kepada sebanyak 1.620 relawan telah selesai proses penyuntikannya. Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Universitas Padjajaran (Unpad), Kusnandi Rusmil mengatakan, saat ini proses yang dilakukan tinggal menunggu hasil dari evaluasi serta melihat efikasi vaksin.
"Uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung ada 1.620 subjek penelitian dan semuanya itu telah disuntik selesai. Jadi udah nggak ada suntikannya lagi, tinggal diikuti ya," kata Kusnandi dalam dialog khusus KCP PEN secara virtual, Selasa (10/11/2020).
"Jadi dia sebelum disuntik kan diambil darahnya, diambil darah kemudian satu bulan itu diambil darahnya lagi. Kemudian 3 bulan setelah disuntik diambil darahnya lagi. Dan 6 bulan setelah suntik diambil darahnya lagi," kata Kusnandi. (Baca juga: Uji Vaksin Sinovac di Bandung Akan Rampung, Airlangga: Keselamatan Jiwa Hukum Tertinggi )
Lalu, maksud pengambilan darah ini apa? "Untuk mengevaluasi kadar zat anti-nya, di samping untuk mengevaluasi keamanan vaksin, juga untuk melihat efikasi vaksin," ungkap Kusnandi.
"Uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung ada 1.620 subjek penelitian dan semuanya itu telah disuntik selesai. Jadi udah nggak ada suntikannya lagi, tinggal diikuti ya," kata Kusnandi dalam dialog khusus KCP PEN secara virtual, Selasa (10/11/2020).
"Jadi dia sebelum disuntik kan diambil darahnya, diambil darah kemudian satu bulan itu diambil darahnya lagi. Kemudian 3 bulan setelah disuntik diambil darahnya lagi. Dan 6 bulan setelah suntik diambil darahnya lagi," kata Kusnandi. (Baca juga: Uji Vaksin Sinovac di Bandung Akan Rampung, Airlangga: Keselamatan Jiwa Hukum Tertinggi )
Lalu, maksud pengambilan darah ini apa? "Untuk mengevaluasi kadar zat anti-nya, di samping untuk mengevaluasi keamanan vaksin, juga untuk melihat efikasi vaksin," ungkap Kusnandi.
Lihat Juga :