Memacu Semangat Seniman Wayang di Tengah Pandemi Covid-19

Minggu, 08 November 2020 - 16:20 WIB
Gerak seniman wayang terbatas, pemasukannya kian berkurang, bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak mendapat pemasukan. Menanggapi kondisi tersebut, Ibas menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang menjadi mitra terselenggaranya pagelaran secara online. Hadirnya acara ini bak angins segar untuk dunia pewayangan Pacitan.

Kemudian, terkait pewayangan, baginya wayang bukan sekadar pertunjukan melainkan memuat unsur moral.

“Dalam bahasa Jawa, kata wayang berarti bayangan atau biasanya dianggap sebagai cerminan cerita kehidupan di jagad raya. Pentas pertunjukan wayang tidak hanya merupakan hiburan semata, namun juga memuat unsur unsur pendidikan moral,” tuturnya. (Baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi, Gus Jazil Ajak Kandidat Jaga Situasi Kondusif )

Ibas menambahkan, pagelaran wayang ini tidak saja merupakan upaya pelestarian budaya warisan leluhur, juga merupakan upaya untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral dan adat ketimuran yang pada saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

Menurut dia, berbagai narasi yang tersaji selama pertunjukan pewayangan memiliki kandungan nilai-nilai luhur yang dapat diambil hikmahnya dan dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti hanya mengamalkan pilar-pilar kebangsaan dalam kehidupan.”(Baca juga: Pilkada 2020 Banjir Pelanggaran, Bawaslu Siapkan Laporan Kerja Pengawas )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!