Mahfud MD Diminta Ikut Jemput Habib Rizieq, Elite Jangan Mendramatisir Keadaan

Minggu, 08 November 2020 - 08:45 WIB
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon meminta Menko Polhukam, Mahfud MD ikut menjemput Habib Rizieq dan keluarganya. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Jika tak ada aral melintang, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) dan keluarga akan tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November pukul 09.00 WIB. Kepulangan ini bisa menyudahi spekulasi isu yang berkembang selama ini. Para pendukung pun bersiap menyambut kedatangan Habib Rizieq .

Rencana kepulangan Habib yang memprakarsai gerakan aksi 411 dan 212 ini juga mendapatkan sorotan beragam di masyarakat. Salah satunya Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon. Fadli bahkan sampai meminta Menko Polhukam, Mahfud MD ikut menjemput HRS dan keluarganya. Karena Fadli menyebut Mahfud pernah mengupayakan kepulangan Habib Rizieq sebelum menjadi menteri. (Baca juga: Fraksi PKS Minta Kepulangan Habib Rizieq Tak Jadi Polemik)



Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra), Fadhli Harahab menilai hak setiap orang untuk menyampaikan narasi dukungan atas kepulangan Habib Rizieq. Tapi, narasi itu seharusnya disampaikan tanpa berlebihan dan sesuai porsinya.

"Karena HRS itu juga warga negara pada umumnya yang mudik ke kampung halaman, maka perlakukan beliau seperti orang pada umumnya saja, enggak usah rame-rame jemput di Bandara, apalagi sampai minta negara hadir jemput. Saya yakin HRS juga enggak mau, beliau juga kan udah bilang jangan ada yang jadi pahlawan kesiangan," ujar Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Minggu (8/11/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!