Kementerian ATR/BPN Diharap Fokus Soroti Kasus Pemalsuan Sertifikat Tanah
Sabtu, 07 November 2020 - 18:45 WIB
"Ini BPN apa tidak bisa melihat bahwa ada lima kasus dengan pelaku yang sama, (seakan dibiarkan) begitu terus. Gimana satu orang bisa menguasai ratusan hektare?" kritik Rudi Valinka atau @kurawa dalam webinar yang diselenggarakan Cokro TV bertajujk 'Bisakah Reformasi Agraria Berantas Mafia Tanah?' Jumat (7/11/2020).
Sebab, dalam menjalankan aksinya, Benny diduga dibantu oleh beberapa orang, salah satunya oknum petugas juru ukur di kantor BPN Jakarta Timur, Paryoto yang kini telah berstatus terdakwa.
"Saya lihat di pengadilan, BPN sendiri secara institusi seolah-olah hendak membela beliau (Benny Tabalujan). Saya juga enggak mengerti (alasannya)," tuturnya.
Melihat ada keterlibatan oknum BPN, Rudi Valinka pun meminta Kementerian ATR/BPN RI serius menangani kasus tersebut.
"Mohon Pak Wamen (Surya Tjandra) bisa memberikan perhatian terhadap kasus-kasus yang melibatkan Benny Tabalujan. Harusnya ketika suatu orang menggunakan 5 PT, menggunakan modus yang sama, lalu bisa dibela institusi BPN yang harusnya melindungi warganya, ini kan aneh. Saya harap ini oknum saja," kata Rudi Valinka.
Sebab, dalam menjalankan aksinya, Benny diduga dibantu oleh beberapa orang, salah satunya oknum petugas juru ukur di kantor BPN Jakarta Timur, Paryoto yang kini telah berstatus terdakwa.
"Saya lihat di pengadilan, BPN sendiri secara institusi seolah-olah hendak membela beliau (Benny Tabalujan). Saya juga enggak mengerti (alasannya)," tuturnya.
Melihat ada keterlibatan oknum BPN, Rudi Valinka pun meminta Kementerian ATR/BPN RI serius menangani kasus tersebut.
"Mohon Pak Wamen (Surya Tjandra) bisa memberikan perhatian terhadap kasus-kasus yang melibatkan Benny Tabalujan. Harusnya ketika suatu orang menggunakan 5 PT, menggunakan modus yang sama, lalu bisa dibela institusi BPN yang harusnya melindungi warganya, ini kan aneh. Saya harap ini oknum saja," kata Rudi Valinka.
Lihat Juga :