KBRI London dan NU Inggris Siapkan Skema Diplomasi Sains

Kamis, 05 November 2020 - 19:06 WIB
Counsellor Penerangan dan Sosial Budaya KBRI London Hartyo Harkomoyo mengungkapkan pihaknya mengundang semua kalangan untuk saling memberi kontribusi dan terlibat dalam program diplomasi sains. "Dari pihak KBRI London, kami mengundang semua pihak untuk terlibat. Ke depan, kami terbuka untuk menyiapkan langkah-langkah lanjutan, sebagai follow-up," ungkap Hartyo, kepada media ini, Kamis (5/11/2020). (Baca juga: Hubungkan Alumni dari Seluruh Dunia, IPB Diaspora Network Diresmikan)

Sekretaris PCI Nahdlatul Ulama United Kingdom Munawir Aziz, menjelaskan agenda diskusi ini merupakan tahap awal untuk langkah-langkah panjang berikutnya. "Saat ini, ada ribuan diaspora Indonesia yang berkarir dan mengabdi di pelbagai lembaga internasional. Kualifikasi dan keahlian mereka sudah diakui dunia. Sebagian dari mereka, juga berlatar belakang tradisi pesantren dan Nahdliyyin. Maka, kami berusaha mengajak bersama-sama untuk berkontribusi dalam diplomasi sains. Yakni, bagaimana para ilmuan dan saintis ini bisa berkontribusi bagi Indonesia di manapun mereka berada. Terlebih, jika berkenan dan terkonsolidasi untuk memberikan policy advices bagi pemerintah Indonesia," kata Munawir.

Jaringan PCI Nahdlatul Ulama di lintas negara juga sedang mengonsolidasi para ilmuan santri, yang berkiprah di pelbagai negara. ”Dengan program science-diplomacy ini, kami ingin bersama-sama lintas pihak, saling mendukung dan berkolaborasi bersama," terangnya.

Sebelumnya, kerja sama antara kampus-kampus di UK dan Indonesia telah terbentuk. Ke depan, kerja sama diharapkan lebih luas, seraya meningkatkan manfaat untuk penguatan SDM, riset, advokasi kebijakan hingga penguatan tenaga ahli di beberapa perusahaan Indonesia dan lintas negara.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!