DPR Ingatkan Pemerintah Pengeluaran Anggaran Tepat Sasaran dan Bermanfaat

Kamis, 05 November 2020 - 07:27 WIB
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marwan Jafar menilai, bahwa pernyataan Jokowi itu telah menunjukan penyerapan anggaran masih rendah. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Daya beli masyarakat terjun bebas semenjak pandemi Covid-19. Hal itu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen dan pada kuartal III ini diprediksi minus kembali.

(Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Terapkan Rekayasa Perawatan)



Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka meminta jajarannya untuk memaksimalkan anggaran negara untuk belanja. Caranya untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian pada kuartal terakhir tahun ini.

(Baca juga: Nama Burhanudin dan Hatta Ali Kembali Disebut di Sidang Andi Irfan Jaya)

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marwan Jafar menilai, pernyataan Jokowi itu menunjukan penyerapan anggaran masih rendah. Dia mengungkapkan sebelum masa reses DPR terakhir, penyerapan anggaran beberapa kementerian atau lembaga mitra komisi VI belum sampai 60 persen.

“Apa yang disampaikan (presiden) itu betul. Salah satu untuk menggeliatkan ekonomi adalah penyerapan anggarannya harus bagus atau tinggi. Masing-masing kementerian atau lembaga itu punya roadmap. Berarti roadmap penyerapannya enggak jalan,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (3/11/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!