Gempa Turki-Yunani Jadi Pelajaran Penting bagi Indonesia
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 10:05 WIB
Daryono menjelaskan bahwa Sesar Sisam yang berada dekat Pulau Samos ini “pecah” dekat Menderes Graben, yakni wilayah dengan sejarah panjang gempa dengan sesar turun (normal fault). "Karena mekanisme patahannya yang bergerak turun dan hiposenter gempanya sangat dangkal hanya sekitar 6 km maka wajar jika gempa ini memicu terjadinya tsunami," katanya.
Sementara itu, Daryono mengatakan tsunami kecil ini juga terjadi dan melanda daratan akibat kondisi topografi lokal pantai yang landai di dekat garis pantai sehingga mendukung terjadinya genangan di daratan.
Wilayah Laut Aegean, kata Daryono secara historis adalah kawasan rawan gempa dan tsunami, dengan peristiwa tsunami terakhir adalah tsunami merusak di Bodrum, Turki, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,6 pada tahun 2017. "Kerusakan akibat gempa ini sebagian besar terjadi pada kawasan permukiman yang terletak pada tanah lunak seperti di pesisir pantai dan cekungan dengan dataran aluvial yang lunak," katanya.
(Baca juga: Empat Orang Tewas dan 120 Terluka Akibat Gempa di Turki dan Yunani ).
Sementara itu, Daryono mengatakan tsunami kecil ini juga terjadi dan melanda daratan akibat kondisi topografi lokal pantai yang landai di dekat garis pantai sehingga mendukung terjadinya genangan di daratan.
Wilayah Laut Aegean, kata Daryono secara historis adalah kawasan rawan gempa dan tsunami, dengan peristiwa tsunami terakhir adalah tsunami merusak di Bodrum, Turki, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,6 pada tahun 2017. "Kerusakan akibat gempa ini sebagian besar terjadi pada kawasan permukiman yang terletak pada tanah lunak seperti di pesisir pantai dan cekungan dengan dataran aluvial yang lunak," katanya.
(Baca juga: Empat Orang Tewas dan 120 Terluka Akibat Gempa di Turki dan Yunani ).
Lihat Juga :