Kekecewaan Milenial terhadap Demokrasi adalah Senjakala Parpol
Senin, 26 Oktober 2020 - 14:19 WIB
(Baca: Dua Alasan Utama Milenial Kecewa Terhadap Demokrasi)
Dia mewanti-wanti dampak negatif dari ketidaktarikan mereka terhadap politik. Dalam benak mereka, tumbuh persepsi politik itu kotor. Para milenial itu, menurutnya, sangat antipati terhadap partai politik (parpol).
Pada tahun 2014, gerakan relawan itu begitu masif mendukung calon presiden. Namun, dukungan itu tidak sebanding dengan yang diberikan ke parpol. “Bagaimana tren Jokowi pada 2014 suaranya tinggi. PDIP tidak tinggi banget. ya segitu-gitu saja,” katanya.
Gerakan anak muda di panggung politik dunia tengah tumbuh. Di Malaysia, ada gerakan Bersih 4. Di Hongkong, ada umbrella movement yang dimotori anak-anak muda.
(Baca: Generasi Milenial Merasa Indonesia Kurang Demokratis)
Dia mewanti-wanti dampak negatif dari ketidaktarikan mereka terhadap politik. Dalam benak mereka, tumbuh persepsi politik itu kotor. Para milenial itu, menurutnya, sangat antipati terhadap partai politik (parpol).
Pada tahun 2014, gerakan relawan itu begitu masif mendukung calon presiden. Namun, dukungan itu tidak sebanding dengan yang diberikan ke parpol. “Bagaimana tren Jokowi pada 2014 suaranya tinggi. PDIP tidak tinggi banget. ya segitu-gitu saja,” katanya.
Gerakan anak muda di panggung politik dunia tengah tumbuh. Di Malaysia, ada gerakan Bersih 4. Di Hongkong, ada umbrella movement yang dimotori anak-anak muda.
(Baca: Generasi Milenial Merasa Indonesia Kurang Demokratis)
Lihat Juga :