Soal Gus Nur, Ma'ruf Amin Tak Ingin Medsos Dikumuhi Hal Tak Produktif
Minggu, 25 Oktober 2020 - 13:55 WIB
"Selama ini Wapres memang peduli, jangan sampai medsos kita itu jadi dikumuhi oleh pembicaraan yang sifatnya tidak produktif, hal yang dilarang agama," ujar Masduki.(Baca juga: Kasus Ujaran Kebencian, Bareskrim Akhirnya Tahan Gus Nur )
Sebagaimana diketahui, Wapres Ma'ruf Amin merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang kini menjadi Wakil Presiden. Dia juga merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif.
Ketika masih aktif di MUI, kata Masduki, KH Ma'ruf sudah pernah mengeluarkan satu fatwa yang melarang penyebaran hoaks di media sosial.
Terkait penangkapan Gus Nur, Masduki menilai pernyataan dia telah menyakiti warga NU. "Yang dilakukan oleh Gus Nur itu memang menyakiti warga NU lah. Dari dahulu Wapres peduli dengan itu, bahkan boleh dikata Wapres kalau tidak setuju dengan siapa pun tidak akan bereaksi keras, paling ya, apa namanya, tidak menyakiti pihak lawan bicaranya," kata Masduki. (Baca juga: Keluarga Nilai Penangkapan Gus Nur pada Sabtu Dini Hari Berlebihan )
.
Sebagaimana diketahui, Wapres Ma'ruf Amin merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang kini menjadi Wakil Presiden. Dia juga merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif.
Ketika masih aktif di MUI, kata Masduki, KH Ma'ruf sudah pernah mengeluarkan satu fatwa yang melarang penyebaran hoaks di media sosial.
Terkait penangkapan Gus Nur, Masduki menilai pernyataan dia telah menyakiti warga NU. "Yang dilakukan oleh Gus Nur itu memang menyakiti warga NU lah. Dari dahulu Wapres peduli dengan itu, bahkan boleh dikata Wapres kalau tidak setuju dengan siapa pun tidak akan bereaksi keras, paling ya, apa namanya, tidak menyakiti pihak lawan bicaranya," kata Masduki. (Baca juga: Keluarga Nilai Penangkapan Gus Nur pada Sabtu Dini Hari Berlebihan )
.
Lihat Juga :