Angka KDRT Turun karena Tak Terdeteksi Selama Pandemi

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 19:04 WIB
Psikolog Arijani Lasmawati mengatakan layanan konseling yang terbatas selama masa pandemi menyebabkan angka KDRT tidak terdeteksi. Foto/inews.id
JAKARTA - Ketahanan keluarga mengalami ujian berat di tengah pandemi Covid-19 . Komunikasi dan manajemen stres yang baik menjadi kunci menghadapi berbagai masalah, seperti mengurus anak 24 jam nonstop.

Psikolog Arijani Lasmawati menerangkan pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu semester ini telah membuat lelah secara fisik dan mental seluruh masyarakat. Pikiran masyarakat terbagi antara bertahan hidup dengan melakukan berbagai aktivitas dengan ancaman terpapar Covid-19. Yang terakhir, itu selalu membuat khawatir karena Covid-19 ini bisa mengakibatkan kematian.



Pandemi Covid-19 telah memaksakan semua orang untuk beraktivitas di dalam rumah. Ini yang membuat sebagian mengalami tekanan psikis. Para orang tua yang biasa bekerja dan tidak mengurus anak selama 24 jam, kini harus berinteraksi secara intensif sepanjang hari dan berbulan-bulan. Peran mereka pun bertambah, yakni menjadi guru, karena anak-anak belajar dari rumah.

(Baca: Penanganan Kasus KDRT Tetap Ditingkatkan di Masa Pandemi COVID-19)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!