Survei Sebut Mayoritas Mahasiswa Tak Setuju Pilkada Serentak Digelar

Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:07 WIB
Mahasiswa kelas Komunikasi Politik Universitas Bakrie mengadakan survei tentang Persepsi Mahasiswa Indonesia terhadap Pilkada Serentak 2020 pada 224 mahasiswa dari 54 kampus. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Mahasiswa kelas Komunikasi Politik Universitas Bakrie mengadakan survei tentang Persepsi Mahasiswa Indonesia terhadap Pilkada Serentak 2020 pada 224 mahasiswa dari 54 kampus.

Hasilnya, mayoritas mahasiswa menjawab tidak setuju Pilkada diselenggarakan di tengah pandemi. Namun disisi lain kemauan untuk memberikan hak suara mereka juga cukup tinggi.



Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu 21 Oktober 2020, mahasiswa kelas Komunikasi Politik Peminatan Jurnalistik dan Media Massa melakukan jajak pendapat sejak 29 September-9 Oktober pada 224 mahasiswa dari 54 kampus dari 22 kota yang mengadakan Pilkada mulai dari Medan sampai Manokwari.

Penyebaran kuesioner dilakukan secara elektronik dan bergulir. Hal ini sekaligus untuk melihat ciri khas jejaring pergaulan generasi Z yang cenderung jauh lebih luas dibanding generasi X dan Y berkat adanya media sosial. Mayoritas responden berusia 19-20 tahun (51,2%) dengan jumlah responden perempuan sebesar 56,3 % dan laki-laki 43,8%.(Baca juga: Mantan Dubes Indonesia Ungkap Pengalamannya Jadi Diplomat 'Kesasar' )

Staf Pengajar Komunikasi Politik Universitas Bakrie Algooth Putranto mengatakan, Gen Z yang dituduh apolitis, dalam jajak pendapat ini justru didapati hal sebaliknya. "Sebanyak 86,6 persen mahasiswa menjawab bahwa mereka mengetahui pelaksanaan Pilkada. Hanya 8,5 persen yang tidak mengetahui kalau Pilkada akan tetap dilaksanakan dan sisanya 4,9 persen tidak peduli dengan adanya pelaksanaan Pilkada 2020," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (21/10).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!