DPR Dorong Pemerintah Buka Data Persebaran PDP dan ODP Corona
Rabu, 15 April 2020 - 19:02 WIB
"Dengan begitu, dengan membuka data itu kita bisa membuka peta persebaran daerah-daerah merah dan rawan. Masyarakat secara luas bisa mengantisipasi agar bisa menghindari tempat-tempat tersebut dan mereka juga bisa mengingatkan kepada keluarganya dan juga orang-orang sekitarnya tentang bahaya dari pada virus corona ini," imbuh Saleh.
Menurut mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhamamdiyah itu, kalau cuma datanya saja tanpa daerah pemetaannya, dia khawatir masyarakat berpikirnya bahwa pandemi ini hanya ada di zona tertentu atau daerah tertentu saja. Padahal di daerah lain di seluruh provinsi pun sebetulnya sudah menyebar. Pemda pun akan lebih mudah membuat kebijakan untuk mengatasinya.
"Kemudian, data persebaran dibuka ke publik, kita berharap pemerintah bisa menentukan strategi-strategi khusus Covid-19 ini. Misalnya kalau di daerah A jauh lebih banyak dibanding daerah lainnya tentu alat-alat kesehatan dan tenaga medis lebih banyak dihibahkan ketimbang daerah lainnya," terang Saleh.
Terlebih, dia melihat bahwa tidak ada hal yang dilanggar jika data daerah persebaran ini buka ke publik, karena tidak menyebut nama orangnya ataupun alamat lengkapnya di mana, serta tidak menyebut orang itu kontak dengan siapa. Yang hanya disebut nama daerah tertentu ini ditemukan sekian banyak orang.
"Dan saya juga yakin masyarakatdi daerah yang disebutkan banyak yang positif, yang sudah banyak ODP-nya tidak keberatan daerahnya disebut, justru kita membantu mereka dalam melakukan antisipatif sehingga mereka dan keluarganya terjaga," pungkasnya.
Menurut mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhamamdiyah itu, kalau cuma datanya saja tanpa daerah pemetaannya, dia khawatir masyarakat berpikirnya bahwa pandemi ini hanya ada di zona tertentu atau daerah tertentu saja. Padahal di daerah lain di seluruh provinsi pun sebetulnya sudah menyebar. Pemda pun akan lebih mudah membuat kebijakan untuk mengatasinya.
"Kemudian, data persebaran dibuka ke publik, kita berharap pemerintah bisa menentukan strategi-strategi khusus Covid-19 ini. Misalnya kalau di daerah A jauh lebih banyak dibanding daerah lainnya tentu alat-alat kesehatan dan tenaga medis lebih banyak dihibahkan ketimbang daerah lainnya," terang Saleh.
Terlebih, dia melihat bahwa tidak ada hal yang dilanggar jika data daerah persebaran ini buka ke publik, karena tidak menyebut nama orangnya ataupun alamat lengkapnya di mana, serta tidak menyebut orang itu kontak dengan siapa. Yang hanya disebut nama daerah tertentu ini ditemukan sekian banyak orang.
"Dan saya juga yakin masyarakatdi daerah yang disebutkan banyak yang positif, yang sudah banyak ODP-nya tidak keberatan daerahnya disebut, justru kita membantu mereka dalam melakukan antisipatif sehingga mereka dan keluarganya terjaga," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :