KSBN Berharap Budaya Sopan Santun Digelorakan demi Keutuhan Bangsa

Senin, 19 Oktober 2020 - 06:35 WIB
Untuk itulah, Hendardji mengajak pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga budaya bangsa, terutama budaya sopan santun. “Keutuhan bangsa akan terjaga jika budaya bangsa dipertahankan. Hoaks itu ada karena budaya sopan santun kurang dibumikan di dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya. (Baca juga: Kemendikud akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa)

“Satu contoh lagi, Bapak Presiden juga pernah mengatakan bahwa sarung akan menjadi pakaian tradisi. Tapi, mana sih sarung itu dipakai harian oleh masyarakat Indonesia,” imbuh Hendardji.

Yang jelas, ujar Hendardji, saat ini pengaruh kebudayaan asing begitu kuat di Indonesia. Semua serbaluar negeri, mulai dari pakaian, makanan, hingga gaya hidup. Padahal, masyarakat Indonesia sebetulnya bisa menolak pengaruh kebudayaan asing tersebut dengan cara memperkuat nilai-nilai tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita memang tidak mungkin menolak budaya asing yang masuk ke Indonesia. Tapi, kita bisa mengurangi, bahkan menepis pengaruh tersebut lewat penguatan nilai-nilai tradisi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, menggunakan pakaian Nusantara, mengonsumsi makanan Nusantara, hingga mengimplementasi perilaku Nusantara,” tuturnya. (Baca juga: Cukupi Nutrisi si Kecil di Masa Pandemi)

Dalam kesempatan tersebut, Hendardji juga meminta pemerintah lebih transparan dalam kebijakan anggaran seni budaya sebab pembangunan berbasis budaya sebagaimana yang diamanatkan UU Nomor 5 Tahun 2017 menjadi tanggung jawab pemerintah, terutama dalam pembiayaan. Apalagi, membangun manusia Indonesia seutuhnya telah disinggung dalam sepuluh unsur UU Pemajuan Kebudayaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!