Hanafi Rais Lebih Pas Disebut Putra Mahkota yang Disiapkan

Selasa, 13 Oktober 2020 - 07:24 WIB
"Terkesan tidak berdinamika, karena dibangun atas dasar transaksi kekuasaan semata, bukan pengabdian dan perubahan ke arah yang lebih baik. Gak salah juga kalau ada pepatah 'buah jatuh gak jauh dari gerobaknya'. Kalau pun buahnya jauh menggelinding akan diambil oleh pedagangnya, gak mau rugi," tutur Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Selasa (13/10/2020).

(Baca: Hanafi Rais Dinilai Belum Layak Pimpin Partai Ummat)

Dalam konteks Hanafi, Fadhli menilai tak jauh dari konstruksi politik kekuasaan. Baginya, Hanafi sekadar mewarisi kursi, bukan pemikiran besar bagi bangsa dan negara, minimal memperbaiki sistem di internal parpol.

"Lebih pas putra mahkota yang menerima warisan kursi empuk mungkin. Anak ideologis perlu pembuktian diri. Nanti rakyat yang menilai," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!