Ciptakan Lapangan Kerja, Sandiaga Apresiasi Peluncuran Aplikasi Leholeh
Senin, 12 Oktober 2020 - 17:13 WIB
Lewat aplikasi ini semuanya terhubung secara digital, antara penjual dengan pembeli. Terciptanya ekosistem baru ini akan memacu geliat usaha di akar rumput yang berdampak kepada pemulihan ekonomi saat ini. Inisiatif yang diambil Gifari menurut Sandi sangat tepat. Sebab pandemi Covid-19, tidak boleh menghentikan langkah untuk terus berinovasi dan menciptakan lapangan pekerjaan."Jangan pernah berhenti untuk terus berinovasi dan terus semangat membuka lapangan pekerjaan. Karena badai akan berlalu, ekonomi akan membaik," ungkap Sandi bersemangat. (Baca juga: Sandi Harap Program Seribu Teknopreneur Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja)
Sandi pun mengingatkan modal awal membangun usaha adalah minat dan kecintaan dengan apa yang mereka lakukan. "Whatever you do, do what you love, and love what you do. Kerjakan bidang yang kita cintai dan nikmati. Bangsa ini butuh lebih banyak lagi milenial-milenial yang dapat berkontribusi secara konkret. Dengan penuh keyakinan saya akan terus berjuang demi terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur dari tangan anak-anak mudanya," tambahnya.
Sementara itu, Gifari menjelaskan, aplikasi Leholeh menawarkan beragam kemudahan, baik bagi penjual maupun pembeli. Lewat aplikasi tersebut, masyarakat tidak perlu datang mengantre di toko oleh-oleh serta menghabiskan waktu untuk berkeliling dari toko ke toko untuk mencari oleh-oleh. Begitu juga dengan produsen maupun penjual, mereka katanya dapat dengan mudah memasarkan produk masing-masing secara online. "Contoh ada seseorang yang ingin makan makanan khas Bandung, kalau dihitung ada banyak pengeluaran, mulai dari ongkos sampai waktu. Tapi lewat aplikasi ini, kita bisa pilih dan langsung pesan," ungkap Gifari.
Selain itu, alasan dirinya meluncurkan aplikasi Leholeh bertujuan untuk membantu para penjual makanan khas Nusantara. Karena diketahui, kebanyakan makanan khas yang dijual hanya laris pada saat musim liburan. Padahal, menurutnya, makanan khas Indonesia ini banyak peminatnya.
"Kita coba berikan solusi atas permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha, agar makanan khas tidak hanya laris pada saat musim libur. Lewat aplikasi ini juga kita sampaikan sejarah makanan khas suatu daerah. Tujuannya agar masyarakat Indonesia paham tentang sejarah makanan khas yang ada di Indonesia," jelasnya.
Sandi pun mengingatkan modal awal membangun usaha adalah minat dan kecintaan dengan apa yang mereka lakukan. "Whatever you do, do what you love, and love what you do. Kerjakan bidang yang kita cintai dan nikmati. Bangsa ini butuh lebih banyak lagi milenial-milenial yang dapat berkontribusi secara konkret. Dengan penuh keyakinan saya akan terus berjuang demi terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur dari tangan anak-anak mudanya," tambahnya.
Sementara itu, Gifari menjelaskan, aplikasi Leholeh menawarkan beragam kemudahan, baik bagi penjual maupun pembeli. Lewat aplikasi tersebut, masyarakat tidak perlu datang mengantre di toko oleh-oleh serta menghabiskan waktu untuk berkeliling dari toko ke toko untuk mencari oleh-oleh. Begitu juga dengan produsen maupun penjual, mereka katanya dapat dengan mudah memasarkan produk masing-masing secara online. "Contoh ada seseorang yang ingin makan makanan khas Bandung, kalau dihitung ada banyak pengeluaran, mulai dari ongkos sampai waktu. Tapi lewat aplikasi ini, kita bisa pilih dan langsung pesan," ungkap Gifari.
Selain itu, alasan dirinya meluncurkan aplikasi Leholeh bertujuan untuk membantu para penjual makanan khas Nusantara. Karena diketahui, kebanyakan makanan khas yang dijual hanya laris pada saat musim liburan. Padahal, menurutnya, makanan khas Indonesia ini banyak peminatnya.
"Kita coba berikan solusi atas permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha, agar makanan khas tidak hanya laris pada saat musim libur. Lewat aplikasi ini juga kita sampaikan sejarah makanan khas suatu daerah. Tujuannya agar masyarakat Indonesia paham tentang sejarah makanan khas yang ada di Indonesia," jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :