Vaksin Itu Aman, Masyarakat Jangan Percaya Hoax
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 10:59 WIB
Dalam melakukan edukasi mengenai vaksin ada dua tantangan yang sering dihadapi yaitu mitos dan hoaks soal vaksin, seringkali dipercaya dan menutupi fakta sebenarnya mengenai vaksin itu sendiri. Mitos dan hoaks ini seringkali muncul dan menjadi pembicaraan di ruang-ruang digital seperti media sosial dan grup percakapan Aplikasi tertentu.
Prof. Henri Subiakto, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan ."Hoaks merupakan persoalan yang serius, termasuk juga infodemic atau informasi seputar pandemi yang sudah diselewengkan, dan jumlahnya banyak. Ini dapat menyebabkan ketidakpercayaan”.
Lebih jauh dijelaskannya ,”Seringkali orang bertanya bukan kepada ahlinya, tetapi malah mencari info sendiri atau bertanya kepada sumber yang tidak jelas. Kita seharusnya bersikap skeptis, kritis dan selalu melakukan cek dan re-cek, selalu lakukan konfirmasi tanyakan pada ahlinya, kalau penyakit maka ahlinya ya dokter”.
Hoaks mempengaruhi bayangan realitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran tidak berdasar. Oleh karena itu konsep bertanya pada ahlinya, perlu dikedepankan untuk memperoleh fakta sebenarnya dari suatu persoalan.
Dalam hal mitos, ada beberapa mitos yang seringkali dianggap fakta, termasuk efek samping dari vaksin yang setelah divaksinasi justru membuat sakit. Dokter Reisa menyatakan, ”Demam adalah fakta tetapi sebenarnya merupakan reaksi umum yang dikenal sebagai kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Kondisi ini tidak menimbulkan risiko fatal dan mudah ditangani”. Masih banyak mitos lain seputar vaksin dan dokter Reisa menyarankan masyarakat tidak ragu bertanya kepada dokter mengenai hal ini.
Prof. Henri Subiakto, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan ."Hoaks merupakan persoalan yang serius, termasuk juga infodemic atau informasi seputar pandemi yang sudah diselewengkan, dan jumlahnya banyak. Ini dapat menyebabkan ketidakpercayaan”.
Lebih jauh dijelaskannya ,”Seringkali orang bertanya bukan kepada ahlinya, tetapi malah mencari info sendiri atau bertanya kepada sumber yang tidak jelas. Kita seharusnya bersikap skeptis, kritis dan selalu melakukan cek dan re-cek, selalu lakukan konfirmasi tanyakan pada ahlinya, kalau penyakit maka ahlinya ya dokter”.
Hoaks mempengaruhi bayangan realitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran tidak berdasar. Oleh karena itu konsep bertanya pada ahlinya, perlu dikedepankan untuk memperoleh fakta sebenarnya dari suatu persoalan.
Dalam hal mitos, ada beberapa mitos yang seringkali dianggap fakta, termasuk efek samping dari vaksin yang setelah divaksinasi justru membuat sakit. Dokter Reisa menyatakan, ”Demam adalah fakta tetapi sebenarnya merupakan reaksi umum yang dikenal sebagai kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Kondisi ini tidak menimbulkan risiko fatal dan mudah ditangani”. Masih banyak mitos lain seputar vaksin dan dokter Reisa menyarankan masyarakat tidak ragu bertanya kepada dokter mengenai hal ini.
Lihat Juga :