Merajut Kesetaraan Lewat International Forum on Spice Route

Kamis, 08 Oktober 2020 - 08:35 WIB
Bagi penyelenggara, forum ini memberikan kesadaran bersama bahwa diplomasi kebudayaan tidak hanya sebuah kesempatan untuk memproyeksikan nilai-nilai kita sendiri, namun juga membuka peluang untuk bisa mengerti dan pada akhirnya menerima masukan nilai-nilai dari komunitas atau bangsa-bangsa lain. “Sebuah dialog yang tanpa henti. Ulasan dari berbagai media di dalam maupun luar negeri membesarkan hati, bahwa topik mengenai rempah telah semakin menjadi arus utama,” ujar Kumoratih. (Baca juga: Miris, UU Ciptaker Tempatkan Pendidikan Sebagai Komoditas yang Diperdagangkan)

Namun, kata Kumoratih, pihaknya juga sadar bahwa kegiatan ini bukan tanpa kekurangan. Tindak lanjut berupa penyusunan buku tentang apa dan bagaimana diplomasi budaya, menggunakan hasil dari acara ini sebagai masukan, tapi tetap membuka diri untuk perbaikan ke depannya.

“Rangkaian acara berikutnya segera dipersiapkan untuk menuju International Forum on Spice Route 2021, dengan harapan untuk dapat melibatkan topik maupun peserta yang lebih beragam. Tentunya untuk merangkai kerja sama dalam kesetaraan di dalam Jalur Rempah,” .

Sekadar diketahui, International Forum on Spice Route (IFSR) merupakan program inisiatif Yayasan Negeri Rempah yang diselenggarakan setiap tahun. IFSR 2020 merupakan forum atau pertemuan kedua, di mana IFSR pertama dilaksanakan pada 2019. Sebelum pelaksanaan IFSR pertama dan kedua, Yayasan Negeri Rempah sudah banyak sekali melakukan berbagai program terkait narasi besar Jalur Rempah, mulai dari diskusi ringan, workshop, seminar, hingga Jelajah Negeri Rempah pada 2018. (Lihat videonya: Buruh Blokir Pintu Tol di Tangerang Menolak UU Cipta Kerja)

IFSR 2020 terselenggara berkat dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bank Indonesia, IndonesiaRe, Samudera Indonesia, Jamu Borobudur, The British Council, Leiden University, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Maritim Muda Nusantara, dan para sukarelawan dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Negeri Rempah. (Neneng Zubaidah/Hendri Irawan)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!