Tindak Pidana Korupsi Paling Banyak Terjadi di Tahun Politik
Rabu, 07 Oktober 2020 - 13:00 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut bahwa tindak pidana korupsi paling banyak terjadi pada tahun politik. Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut bahwa tindak pidana korupsi paling banyak terjadi pada tahun politik. Misalnya saja tahun 2008, 2014, 2017, 2018, dan 2019.
Seperti diketahui sejak tahun 2004 terdapat 114 kepala daerah terjerat kasus korupsi. "Kalau kita lihat dari peta ini sejak tahun 2008, 2014, 2019 itu adalah tahun politik. Tahun 2018, 2017 juga ada tahun politik karena ada pilkada serentak. Nah sekarang tahun 2020 juga ada pilkada serentak di 270 daerah," kata Firli dalam Kampanye Virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN, Rabu (7/10/2020).
Firli pun membeberkan data kepala jumlah kepala daerah yang terjerat korupsi di tahun politik. Misalnya di tahun 2014 terdapat 14 kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Lalu tahun 2017 sebanyak 10 kepala daerah, 2018 sebanyak 29 kepala daerah, dan 2019 terdapat sembilan kepala daerah.
(Baca juga: Putusan Dewas KPK: Firli Bahuri Bersalah Melanggar Kode Etik ).
Seperti diketahui sejak tahun 2004 terdapat 114 kepala daerah terjerat kasus korupsi. "Kalau kita lihat dari peta ini sejak tahun 2008, 2014, 2019 itu adalah tahun politik. Tahun 2018, 2017 juga ada tahun politik karena ada pilkada serentak. Nah sekarang tahun 2020 juga ada pilkada serentak di 270 daerah," kata Firli dalam Kampanye Virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN, Rabu (7/10/2020).
Firli pun membeberkan data kepala jumlah kepala daerah yang terjerat korupsi di tahun politik. Misalnya di tahun 2014 terdapat 14 kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Lalu tahun 2017 sebanyak 10 kepala daerah, 2018 sebanyak 29 kepala daerah, dan 2019 terdapat sembilan kepala daerah.
(Baca juga: Putusan Dewas KPK: Firli Bahuri Bersalah Melanggar Kode Etik ).
Lihat Juga :