Hotel Isolasi Dibuka, Beban Tenaga Kesehatan di RS Wisma Atlet Berkurang
Senin, 05 Oktober 2020 - 16:55 WIB
Tugas mengatakan bahwa dengan dibukanya hotel isolasi mandiri COVID-19, maka tingkat hunian di RS Wisma Atlet juga mengalami penurunan. "Dan kalau melihat pengaruhnya tentunya, ya tentunya kalau tadinya isolasi mandiri itu langsung masuk ke flat isolasi mandiri di Kemayoran di Wisma Atlet, sekarang mungkin juga ada sebagian yang masuk ke hotel-hotel, tentunya ini ada suatu pengurangan jumlah yang sangat mungkin, yang sangat mungkin," katanya.
Selain itu, kata Tugas, dengan dibukanya hotel isolasi mandiri, maka akan mengurangi beban para tenaga kesehatan di RS Wisma Atlet. "Dan ini yang paling penting justru ini akan memberikan pemerataan dalam konteks katakanlah di Wisma Atlet kalau 90% bahkan sampai mungkin 95% dan seterusnya, ini akan memberikan suatu beban pada tenaga kesehatan dan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Dan dengan jumlah yang menurun tentunya ini akan memberikan suatu apa namanya beban turun," katanya. (Baca juga: 9 Hotel di Jabar Batal Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19 )
Dengan beban berkurang, maka ini menjadi gambaran perlindungan kepada para tenaga kesehatan. "Dan inilah suatu gambaran perlindungan juga terhadap para tenaga kesehatan. Ini suatu sinergi, suatu upaya pemerintah bersatu padu dari komponen semuanya baik itu TNI, Polri kemudian dokter dari TNI, dokter dari sipil, kemudian masyarakat, pemerintah, semua tokoh yang bergabung dan memberikan pelayanan secara sinergi inilah yang sangat baik untuk melakukan penanganan COVID-19 ini," katanya.
Selain itu, kata Tugas, dengan dibukanya hotel isolasi mandiri, maka akan mengurangi beban para tenaga kesehatan di RS Wisma Atlet. "Dan ini yang paling penting justru ini akan memberikan pemerataan dalam konteks katakanlah di Wisma Atlet kalau 90% bahkan sampai mungkin 95% dan seterusnya, ini akan memberikan suatu beban pada tenaga kesehatan dan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Dan dengan jumlah yang menurun tentunya ini akan memberikan suatu apa namanya beban turun," katanya. (Baca juga: 9 Hotel di Jabar Batal Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19 )
Dengan beban berkurang, maka ini menjadi gambaran perlindungan kepada para tenaga kesehatan. "Dan inilah suatu gambaran perlindungan juga terhadap para tenaga kesehatan. Ini suatu sinergi, suatu upaya pemerintah bersatu padu dari komponen semuanya baik itu TNI, Polri kemudian dokter dari TNI, dokter dari sipil, kemudian masyarakat, pemerintah, semua tokoh yang bergabung dan memberikan pelayanan secara sinergi inilah yang sangat baik untuk melakukan penanganan COVID-19 ini," katanya.
(abd)
Lihat Juga :