Deretan Nama Purnawirawan yang Kritis di Pemerintahan SBY dan Jokowi
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 13:10 WIB
2. Letnan Jenderal Purnawirawan TNI, Kiki Syahnakri mengatakan, banyak kebijakan pemerintahan SBY yang tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat. Mantan wakil kepala staf Angkatan Darat (Waksad) di tahun 2002 menilai, selama hampir 10 tahun kepemimpinan SBY, telah gagal untuk menyejahterakan rakyatnya.
"Saya kira banyak kebijakan-kebijakan itu tidak memberikan dampak buat kesejahteraan rakyat," ujarnya saat acara peluncuran buku "Meniti Dua Sisi, di Antara Amunisi dan Nurani" di Halim, Jakarta Timur.
3. Mantan KSAD Jenderal Purnawirawan TNI, Tyasno Sudarto, pernah mengkritik Presiden SBY dengan keras. Bahkan, menurut Tyasno, pemimpin saat ini dalam situasi khianat, munafik dan bejat.
"Salah satu sumpah yang telah dilanggar dan dikhianati SBY adalah sumpah yang berbunyi, 'Kami kesatria Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan membela keadilan, kebenaran dan keadilan," kata Tyasno ketika berbicara dalam acara 2011 Tahun Kebenaran Pertemuan Meja Bundar 100 Tokoh Pergerakan, di Jakarta.
4. Mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpus POM) TNI Mayor Jenderal (Purn) Syamsu Djalal, mengkritik keras sikap SBY yang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Menurutnya, sikap SBY yang kelihatan sangat mementingkan partai tidak mencerminkan sikap seorang prajurit.
"Kenapa rakus begitu? SBY prajurit bukan? Kok rakus? Kan ada orang lain," kata Syamsu Djalal dalam sebuah acara.
Pada rezim Presiden Joko Widodo ada dua nama purnawirawan TNI yang sangat fenomenal mengkritik keras. Keduanya yakni Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein dan Jenderal Purnawirawan TNI Gatot Nurmantyo.
5. Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein sosok yang kritis sedari mulai pelajar hingga mahasiswa. Pada Pilpres 2019 Kivlan muncul dengan segala fenomenanya. Dirinya merapat ke kubu Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno dengan banyak memberikan pernyataan dan tindakan yang kontroversial.
"Saya kira banyak kebijakan-kebijakan itu tidak memberikan dampak buat kesejahteraan rakyat," ujarnya saat acara peluncuran buku "Meniti Dua Sisi, di Antara Amunisi dan Nurani" di Halim, Jakarta Timur.
3. Mantan KSAD Jenderal Purnawirawan TNI, Tyasno Sudarto, pernah mengkritik Presiden SBY dengan keras. Bahkan, menurut Tyasno, pemimpin saat ini dalam situasi khianat, munafik dan bejat.
"Salah satu sumpah yang telah dilanggar dan dikhianati SBY adalah sumpah yang berbunyi, 'Kami kesatria Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan membela keadilan, kebenaran dan keadilan," kata Tyasno ketika berbicara dalam acara 2011 Tahun Kebenaran Pertemuan Meja Bundar 100 Tokoh Pergerakan, di Jakarta.
4. Mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpus POM) TNI Mayor Jenderal (Purn) Syamsu Djalal, mengkritik keras sikap SBY yang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Menurutnya, sikap SBY yang kelihatan sangat mementingkan partai tidak mencerminkan sikap seorang prajurit.
"Kenapa rakus begitu? SBY prajurit bukan? Kok rakus? Kan ada orang lain," kata Syamsu Djalal dalam sebuah acara.
Pada rezim Presiden Joko Widodo ada dua nama purnawirawan TNI yang sangat fenomenal mengkritik keras. Keduanya yakni Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein dan Jenderal Purnawirawan TNI Gatot Nurmantyo.
5. Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein sosok yang kritis sedari mulai pelajar hingga mahasiswa. Pada Pilpres 2019 Kivlan muncul dengan segala fenomenanya. Dirinya merapat ke kubu Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno dengan banyak memberikan pernyataan dan tindakan yang kontroversial.
Lihat Juga :