Denny JA: Pemimpin dan Pemikir Tak Cukup, Perlu Juga Entrepreneur

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 11:30 WIB
Kendati demikian, Denny mengatakan zaman telah berubah. Dirinya menilai perlu tambahan kapasitas lagi, yakni pemimpin, pemikir dan entrepeneur. Kemampuan dan kecerdasan finansial juga dibutuhkan untuk mempunyai dana ekstra jika ingin aktif mandiri di ruang publik. “Inilah mesin yang menggerakkan saya sejak berusia 20 tahun,” tandasnya.(Baca juga: Aturan Batas Harga Tertinggi Tes Swab Harus Dilengkapi dengan Sanksi )

Hal tersebut disampaikan Denny JA menanggapi tulisan Satrio Arismunandar yang viral di media sosial.Satrio menilai Denny adalah potret intelektual paling lengkap, dan paling kaya dimensi dalam sejarah Indonesia. Denny itu akademisi, penulis populer, aktivis, politikus, penyair, pengusaha, pembuat film, spiritualis dan dermawan

Tulis Satrio, dalam 20 tahun terakhir, Denny JA aktif bergerak di lima bidang sekaligus. Hebatnya di lima bidang itu, ia sampai ke puncak. Ia meletakkan tradisi baru. Satrio memaparkan aktivitas dan pencapaian Denny JA pada lima bidang yang berbeda, yakni di antaranya di dunia politik, Denny JA founding father konsultan politik Indonesia yang mengawinkan politik praktis dan ilmu pengetahuan. Di dunia ini, Ia membuat teori 10 P dalam marketing politik. Pakar lain menyebut Ini Denny JA’s Law of Political Marketing.

Denny membuat rekor kelas dunia. Dia menjadi konsultan politik pertama dalam sejarah dunia yang ikut memenangkan pemilu presiden empat kali berturut-turut (2004, 2009, 2014, 2019).(Baca juga: Januari-Oktober 2020, BNPB: 2.162 Bencana dan 4,4 Juta Orang Terdampak )

Di dunia sastra. Denny JA membawa tradisi baru puisi, yang disebutnya puisi esai. Ini gabungan puisi dan makalah ilmiah. Puisi historical fiction yang bercatatan kaki. Kini penulis puisi esai meluas tak hanya di 34 provinsi Indonesia tapi ke Asia Tenggara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!