Didi Kempot Meninggal, PKB: Masyarakat Kehilangan Obat Kegalauan Sosial
Selasa, 05 Mei 2020 - 17:06 WIB
Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid. Foto/SINDOnews/Abdul Rochim
JAKARTA - Dunia musik Indonesia berduka. Penyanyi tembang-tembang Jawa, Didi Kempot telah meninggal dunia. Banyak orang merasa kehilangan dengan pria berjuluk The Godfather of Broken Heart ini, tidak terkecuali Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sekretaris Jenderal DPP PKB Hasanuddin Wahid mengatakan, bagi PKB dan sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya bagi para Sobat Ambyar,sosok Didi Kempot menjadi obat stres atau kegalauan sosial masyarakat.
Bagi PKB, kata dia, almarhum adalah sosok spesial. Bahkan, pada momentum Harlah PKB dan Pengukuhan Pengurus serta Harlah FPKB di halaman Gedung DPR/MPR, beberapa waktu lalu, aksi Didi menjadi pemuncak acara.
“Di situ Didi menyatukan elite negeri, menteri, legislator, hingga rakyat biasa menyatu ‘ambyar’ tanpa tersekat oleh background maupun strata sosial belasan ribu penonton,” tuturnya, Selasa (5/5/2020).(Baca juga: Didi Kempot Dinilai Berhasil Ajak Kaum Milenial Jaga Identitas Jawa )
Sekretaris Jenderal DPP PKB Hasanuddin Wahid mengatakan, bagi PKB dan sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya bagi para Sobat Ambyar,sosok Didi Kempot menjadi obat stres atau kegalauan sosial masyarakat.
Bagi PKB, kata dia, almarhum adalah sosok spesial. Bahkan, pada momentum Harlah PKB dan Pengukuhan Pengurus serta Harlah FPKB di halaman Gedung DPR/MPR, beberapa waktu lalu, aksi Didi menjadi pemuncak acara.
“Di situ Didi menyatukan elite negeri, menteri, legislator, hingga rakyat biasa menyatu ‘ambyar’ tanpa tersekat oleh background maupun strata sosial belasan ribu penonton,” tuturnya, Selasa (5/5/2020).(Baca juga: Didi Kempot Dinilai Berhasil Ajak Kaum Milenial Jaga Identitas Jawa )
Lihat Juga :